KONTEKSTUALISASI PENAFSIRAN KATA INSYA ALLAH DAN BIIDZNILLAH DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF MUFASSIR
Abstract
Penelitian ini membahas kontekstualisasi kata Insya Allah dan Biidznillah dalam al-Qur’an dengan menitikberatkan pada pemahaman mufassir serta relevansinya dalam kehidupan Muslim kontemporer. Secara normatif, karena kedua kata ini sering dipahami secara serupa sebagai bentuk ketergantungan kepada kehendak Allah Swt. Fokus penelitian ini kepada penafsiran surah al-Khafi ayat 23-24 dan surah al-Baqarah ayat 97 didalamnya terdapat perbedaaan makna Insya Allah dan Biidznillah. Namun, dalam Penelitian ini bertujuan untuk menganali sisi perbedaan makna, fungsi teologis, serta pesan moral yang terkandung dalam kedua frasa tersebut berdasarkan perspektif mufassir klasik dan kontemporer, sekaligus mengontekstualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan library research dengan metode muqarran yaitu membandingkan ayat. Sumber data primer meliputi alQur’an dan kitab-kitab tafsir, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Al-Misbah, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Insya Allah menekankan etika perencanaan manusia yang disertai kesadaran akan kehendak Allah, sedangkan Biidznillah menegaskan atas izin Ilahi sebagai faktor penentu terjadinya suatu peristiwa. Kontekstualisasi yang tepat atas kedua frasa ini mendorong keseimbangan antara ikhtiar manusia dan tawakal kepada Allah. Kata kunci: Insya Allah, Biidznillah, kontekstualisasi, Tafsir Al-Qur’an
Fields of Study & Subjects
Qur’anic Interpretation Studies
Islamic Thought and Society Studies
Biblical Studies and Interpretation
Publication details
- Journal / source
- Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- EN
- Document type
- Thesis