Analisa Regangan Utama Retak Diagonal pada Balok dengan a/d = 1,85

Authors: Rahma Aliyya Sajidah
Cited by: 0

Abstract

Elemen struktur balok merupakan komponen utama dalam konstruksi bangunan yang berfungsi menahan beban lentur dan geser serta mendistribusikan gaya ke elemen struktur lainnya. Keamanan dan keandalan suatu struktur sangat bergantung pada kinerja balok, terutama dalam menghadapi mekanisme keruntuhan yang diawali oleh terbentuknya retak diagonal akibat gaya geser. Analisis regangan pada retak diagonal menjadi sangat krusial untuk memahami perilaku kerusakan balok, khususnya pada balok dengan rasio bentang geser terhadap tinggi efektif (a/d) sebesar 1,85, yang memiliki karakteristik distribusi tegangan yang kompleks dan pola retak yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan nilai regangan utama (principal strain) tarik dan tekan pada retak diagonal balok beton bertulang yang diperoleh melalui pengujian eksperimental dengan nilai regangan teoritis berdasarkan prinsip mekanika struktur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan memanfaatkan teknologi Digital Image Correlation (DIC). Metode ini memungkinkan perolehan data regangan aktual pada permukaan balok secara non-kontak dengan resolusi tinggi. Dalam pelaksanaannya, citra hasil pengujian diproses menggunakan perangkat lunak Ncorr v1.2 untuk mengekstraksi distribusi regangan bidang penuh, yang kemudian divisualisasikan dan dianalisis secara statistik menggunakan bantuan OriginLab. Penelitian ini menggunakan sembilan benda uji balok beton bertulang dengan dimensi penampang 125 x 300 mm dengan panjang balok 1800 mm. Variasi difokuskan pada konfigurasi tulangan sengkang dan tulangan longitudinal guna mengamati pengaruh penulangan terhadap pola retak dan distribusi regangan di sekitar zona kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh benda uji mengalami keruntuhan yang dipicu oleh regangan utama tarik yang melampaui batas teoritis beton sebesar 0,00012. Sebaliknya, sebagian besar nilai regangan utama tekan masih berada di bawah ambang batas maksimum teoritis -0,003, mengindikasikan bahwa kegagalan didominasi oleh tarikan diagonal sebelum kapasitas tekan beton terpenuhi. Temuan ini membuktikan bahwa metode DIC sangat efektif dan akurat dalam memetakan perilaku regangan pada retak diagonal, serta memberikan kontribusi penting bagi evaluasi keamanan struktur balok beton bertulang dengan rasio a/d rendah.

Fields of Study & Subjects

Structural Behavior of Reinforced Concrete Optical measurement and interference techniques Structural Engineering and Materials Analysis

Publication details

Journal / source
Andalas University eThesis (Andalas University)
Publication date
26 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis