PERSEPSI IBU-IBU JAMAAH MAJELIS TA’LIM UMMUL MU’MININ TERHADAP STATUS PERKAWINAN ISTRI YANG SUAMINYA MAFQUD (HILANG) (Studi Kasus Di Desa Sungai Udang)
Abstract
ABSTRAK Annisa Ulfitriani (2026) : Persepsi Ibu-Ibu Jamaah Majelis Ta’lim Ummul Mu’minin Terhadap Status Perkawinan Istri Yang Suaminya Mafqud (Hilang) (Studi Kasus Di Desa Sungai Udang) Penelitian ini mengkaji persepsi ibu-ibu jamaah Majelis Ta‟lim Ummul Mu‟minin terhadap status perkawinan istri yang suaminya mafqud (hilang) di Desa Sungai Udang. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah adanya praktik pernikahan kembali oleh istri yang suaminya mafqud tanpa melalui putusan pengadilan, yang menimbulkan persoalan dari aspek hukum Islam, hukum positif, serta sosial kemasyarakatan. Tujuan penelitian ini yakni: Pertama, untuk mengetahui persepsi ibu-ibu jamaah Majelis Ta‟lim Ummul Mu‟minin terhadap status perkawinan istri yang suaminya mafqud (hilang) di Desa Sungai Udang. Kedua, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi ibu-ibu jamaah Majelis Ta‟lim Ummul Mu‟minin terhadap status perkawinan istri yang suaminya mafqud. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) di Desa Sungai Udang Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis data yang digunakan adalah kualitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisa data secara deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, persepsi ibu-ibu jamaah Majelis Ta‟lim Ummul Mu‟minin terhadap status perkawinan istri yang suaminya mafqud masih beragam. Sebagian berpandangan bahwa perkawinan pertama tetap sah selama belum terdapat putusan pengadilan agama, sementara sebagian lainnya beranggapan bahwa istri dapat menikah kembali setelah suaminya tidak diketahui keberadaannya dalam jangka waktu tertentu. Tingkat pemahaman masyarakat mengenai keharusan adanya penetapan hakim dalam kasus suami mafqud masih relatif rendah. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut antara lain kondisi ekonomi, keterbatasan pemahaman hukum, serta minimnya akses terhadap lembaga peradilan agama. Praktik yang berkembang di masyarakat belum sepenuhnya sejalan dengan ketentuan hukum Islam dan hukum positif, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum terkait status perkawinan, nasab, warisan, dan kedudukan anak. Kata Kunci: Persepsi, Perkawinan, Mafqud (hilang), Istri, Majelis Ta‟lim
Fields of Study & Subjects
Marriage and Family Dynamics
Family and Matrimonial Law
Multiculturalism
Politics
Migration
Gender
Publication details
- Journal / source
- Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis