Analisis Aktivitas Pengguna dan Evaluasi Lanskap Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Bali /User Activity Analysis and Landscape Evaluation of Lumintang Field, City of Denpasar, Bali

Authors: Muhammad Anbiya Alhakim
Cited by: 0

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota atau daerah dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup masyarakat. Salah satu faktor penurunan kualitas hidup adalah kurangnya keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) publik yang memadai. Lapangan Lumintang di Kota Denpasar, Bali, merupakan salah satu RTH publik yang menampung aktivitas olahraga, rekreasi, interaksi sosial, dan kegiatan budaya. Namun, kawasan ini masih belum dimanfaatkan secara optimal dan dipersepsikan kurang menonjol secara visual dibandingkan RTH lain seperti Lapangan Puputan Badung dan Taman Kota Renon. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik lanskap, menganalisis aktivitas pengguna, mengevaluasi kualitas lanskap berdasarkan persepsi dan preferensi, serta merumuskan rekomendasi desain untuk meningkatkan performa spasial dan visual tapak. Pendekatan mixed-method diterapkan melalui observasi lapangan, kuesioner terstruktur dan terbuka (n=76), wawancara mendalam, analisis visual metode Scenic Beauty Estimation (SBE), semantic differential, uji Kruskal–Wallis, serta uji kontingensi Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tapak memiliki topografi relatif landai dan sirkulasi tergolong aktif dan mudah dikenali, serta ketersediaan fasilitas telah mendukung aktivitas utama pengguna. Aktivitas didominasi oleh kegiatan olahraga dengan intensitas tertinggi pada pagi dan sore hari, terkonsentrasi di zona yang ada sarana dan prasarana sesuai persepsi akvititas. Pola aktivitas bersifat inklusif dan tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan usia maupun gender, namun ada perbedaan preferensi. Penilaian SBE mengungkap kontras visual yang signifikan antara zona dengan skor tertinggi pada area tengah dan timur serta skor terendah pada zona barat. Variasi aktivitas tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan gender maupun usia. Rekomendasi desain menekankan peningkatan konektivitas pedestrian, penataan vegetasi peneduh, penyediaan fasilitas dasar seperti toilet dan pencahayaan malam, serta penguatan identitas visual berbasis elemen lokal. Konsep Everyday Park diajukan sebagai pendekatan pengembangan untuk menciptakan ruang terbuka yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban.

Fields of Study & Subjects

Urban Planning and Landscape Design Architectural and Urban Studies Urban Arborization and Environmental Studies

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis