Collapsible Pots Sapu-sapu (Busapu) with Bait for Controlling Suckermouth Catfish (Pterygoplichthys spp) Population in Tempe Lake, South Sulawesi
Abstract
Danau Tempe terletak di bagian barat Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 7 km dari ibu kota Kabupaten Wajo (Sengkang) menuju tepian Sungai Walanae. Secara administratif, 54,6% wilayah Danau Tempe berada dalam wilayah Kabupaten Wajo, sedangkan sisanya terbagi antara Kabupaten Soppeng (34,6%) dan Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap (10,7%). Danau Tempe memiliki beberapa sumber daya ikan yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat lokal. Spesies ikan yang tertangkap di danau tersebut antara lain: ikan mas (Cyprinus carpio), ikan tawes (Osteochilus hasselti), ikan gabus (Ophiocephalus striatus), ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis), ikan bungo (Glossogobius giuris), ikan tambakan (Helostoma temminckii), dan ikan nila (Oreochromis niloticus, dan ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp). Hasil tangkapan ikan bernilai ekonomis mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan tersebut diduga kuat disebabkan oleh kehadiran ikan invasif yaitu ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp) yang merupakan spesies introduksi dari luar perairan Indonesia. Spesies ini telah menunjukkan dominasi yang nyata di Danau Tempe, sehingga berpotensi mengganggu keseimbangan populasi ikan lokal dan menurunkan produktivitas perikanan tangkap. Dominasi ikan sapu-sapu di Danau Tempe memberikan dampak negatif terhadap kelestarian ikan lokal antara lain; menurunkan keanekaragaman hayati, menurunkan hasil tangkapan dan merusak alat tangkap. Akibatnya, penggunaan gill net mengalami penurunan dari tahun ke tahun, sementara penggunaan alat tangkap ilegal yang dikenal sebagai bubu naga justru mengalami peningkatan. Proses modifikasi desain alat tangkap Busapu yang dirancang untuk menangkap ikan sapu-sapu dilakukan melalui empat tahap, yaitu dua tahap pengujian di laboratorium dan dua tahap pengujian eksperimental di Danau Tempe. Pengujian laboratorium meliputi pengamatan terhadap respons perilaku ikan sapu-sapu terhadap umpan alami, aktivitas mendekati, dan kemampuan ikan memasuki alat tangkap Busapu. Pengujian eksperimental mencakup survei untuk memetakan fishing ground ikan sapu-sapu serta pengujian efektivitas dan efisiensi alat tangkap Busapu di Danau Tempe. Data penelitian dianalisis menggunakan metode parametrik dan nonparametrik. Ukuran pertama kali memijah (length at first maturity (Lm)) digunakan untuk menentukan hasil tangkapan yang layak tangkap berdasarkan ukuran panjang ikan menggunakan persamaan Froese dan Binohlan (2000). Analisis efektivitas dan efisiensi Busapu sebagai alat tangkap ikan sapu-sapu dilakukan dengan menggunakan persamaan yang dikemukakan oleh Akiyama (1997). Tujuan penelitian adalah: (1). Menentukan habitat ikan sapu-sapu di Danau Tempe berdasarkan parameter lingkungan perairan, (2). Menentukan jenis umpan alami yang disukai ikan sapu-sapu, (3). Menganalisis tingkah laku ikan sapu-sapu terhadap alat tangkap Busapu, (4). Menentukan desain Busapu untuk menangkap ikan sapu-sapu secara efektif dan efisien, dan 5). Menentukan komposisi dan efektivitas hasil tangkapan antara Busapu dengan alat tangkap yang digunakan oleh nelayan setempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp) di Danau Tempe cenderung menyukai habitat perairan yang dangkal (
Fields of Study & Subjects
Fish Ecology and Management Studies
Fisheries and Aquaculture Studies
Aquatic Ecosystems and Biodiversity
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID