Phenolic Content of Sambal Bawang and Its Antimicrobial Activity Against Foodborne Pathogenic Bacteria.
Abstract
Sambal bawang mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti kapsaisinoid, allicin, kuersetin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan mengkaji kadar total fenolik dan aktivitas antimikroba ekstrak etanol sambal bawang terhadap bakteri indikator Escherichia coli, dan bakteri patogen Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Sampel yang digunakan meliputi ekstrak dari cabai merah, sambal bawang segar, dan sambal bawang tumis. Formula sambal bawang meliputi bawang merah 12 g, bawang putih 10 g, cabai merah besar 15 g, cabai rawit merah 10 g, dan minyak 50 mL. Ekstraksi dilakukan dengan etanol 70% menggunakan metode maserasi dan sonikasi. Kadar total fenolik diukur menggunakan metode Folin–Ciocalteu, sedangkan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi sumur. Hasil menunjukkan kadar total fenolik tertinggi ditemukan pada ekstrak cabai merah besar (3,31 ± 0,37 mg GAE/g BK), sambal bawang segar (0,47 ± 0,04 mg GAE/g BK) dan sambal bawang tumis (0,27 ± 0,04 mg GAE/g BK). Hasil analisis statistik kadar total fenolik menunjukkan adanya perbedaan nyata (p < 0,05) antar ketiga sampel. Namun demikian, ketiga ekstrak tersebut tidak menunjukkan zona hambat terhadap ketiga bakteri uji, yang mengindikasikan bahwa konsentrasi fenolik belum cukup untuk menghasilkan efek antibakteri. Penelitian lanjutan diperlukan dengan fraksinasi atau pelarut yang dapat meningkatkan konsentrasi fenolik ekstrak agar memberikan efek penghambatan.
Fields of Study & Subjects
Essential Oils and Antimicrobial Activity
Garlic and Onion Studies
Agricultural and Biological Research
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis