Development of a Performance Manajement at PT WET Logistics Indonesia a Refrigerated Transportation Company Based on balanced scorecard
Abstract
Logistik rantai dingin (Cold Chain Logistics atau CCL) merupakan subsektor logistik yang berfokus pada pemeliharaan suhu stabil dan terkontrol di sepanjang rantai pasok untuk produk yang sensitif terhadap fluktuasi suhu. Komoditas tersebut mencakup makanan segar dan beku, produk farmasi, serta bahan kimia tertentu. Implementasi CCL yang efektif sangat bergantung pada keandalan infrastruktur logistik, seperti jaringan transportasi, moda transportasi berpendingin (reefer transport), fasilitas penyimpanan (cold storage), dan sistem pemantauan suhu berbasis teknologi. PT WET Logistics Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di sektor penyewaan transportasi berpendingin (reefer transport). Sejak didirikan pada tahun 2005, perusahaan kini mengelola lebih dari 100 unit armada truk berpendingin dengan kapasitas yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. Meskipun perusahaan telah memberikan nilai tambah melalui integrasi teknologi Industri 4.0 seperti global positioning system (GPS) dan data thermologger (DTL) pada sistem transportation management system (TMS), manajemen menyadari adanya keterbatasan strategis. Ketergantungan pada indikator kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan semata berisiko menghambat respons perusahaan terhadap dinamika pasar dan peluang bisnis baru. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan pengembangan manajemen kinerja yang komprehensif untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan dinamis. Hal ini dapat diwujudkan melalui pembangunan budaya organisasi yang berorientasi pada strategi dan kinerja dengan mengadopsi pendekatan balanced scorecard (BSC). Balanced scorecard merupakan sistem manajemen kinerja yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas eksekutif dan memberikan pemahaman mendalam mengenai kemajuan organisasi. Dalam kerangka ini, kinerja diukur melalui empat perspektif yang saling berkaitan: (1) keuangan, (2) pelanggan, (3) proses bisnis internal, serta (4) pembelajaran dan pertumbuhan. Penerapan BSC memungkinkan perusahaan mencapai keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) merumuskan tahapan formulasi strategi (strategy formulation) dengan menguraikan visi, misi, dan strategi perusahaan ke dalam empat perspektif balanced scorecard dan (2) menyusun tahapan perencanaan strategis (strategic planning) melalui pembuatan peta strategi berbasis hubungan sebab-akibat (cause-and-effect relationship). Tahap ini mencakup penetapan sasaran strategik, faktor keberhasilan kritis (critical success factors/CSF), indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI), target, serta pembobotan sebagai landasan perumusan inisitif strategi perusahaan. Metode penelitian dalam pengembangan manajemen kinerja di PT WET Logistics Indonesia dilaksanakan melalui perancangan sistem manajemen kinerja yang berbasis pada ukuran hasil (outcome) . Ukuran tersebut diselaraskan dengan visi, misi, dan strategi perusahaan. Dalam merancang manajemen kinerja berbasis balanced scorecard, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan (stakeholders). Pada tahap perumusan strategi (strategy formulation), hasil penelitian didapat berupa penjabaran visi, misi, dan strategi perusahaan ke dalam empat perspektif BSC: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Sedangkan pada tahap perencanaan strategis (strategic planning) menghasilkan 13 sasaran strategik, 15 faktor keberhasilan kritis CSF, dan 17 indikator kinerja utama (KPI). Setiap KPI dilengkapi dengan target kuantitatif dan bobot prioritas yang dihitung menggunakan skala Saaty (1–9) melalui metode perbandingan berpasangan (pairwise comparison). Proses ini menghasilkan grafik hasil terkonsolidasi (consolidated result) dan matriks keputusan terkonsolidasi (consolidated decision matrix). Hasil penelitian pada tahapan perumusan strategi (strategy formulation) berupa penjabaran visi, misi, dan strategi perusahaan kedalam empat perspektif (keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan) dalam balanced scorecard. Sedangkan pada tahapan perencanaan strategik (strategic planning) dalam tesis ini menghasilkan 13 sasaran strategik, 15 CSF, dan 17 indikator kinerja utama (KPI) masing-masing dengan target kuantitatif dan bobot prioritas berdasarkan metode Saaty’s scale 1-9 yang menghasilkan grafik consolidated result dan consolidated decition matrics. Pembobotan menggunakan metode pairwise comparison dan traffic light syste. Berdasarkan hasil analisis tersebut, disusunlah 39 inisitif strategi berbasis balanced scorecard sebagai instrumen pengendalian pencapaian key performance indicators. Seluruh KPI tersebut wajib diimplementasikan, dipantau, dan dievaluasi secara berkala oleh perusahaan. Tujuan utama dari pengembangan manajemen kinerja ini adalah untuk melakukan evaluasi performa perusahaan secara menyeluruh. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, proses bisnis internal, serta pelanggan, yang pada akhirnya bermuara pada pencapaian kinerja keuangan yang optimal.
Fields of Study & Subjects
Accounting and Organizational Management
Corporate Governance and Management
Quality and Supply Management
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis