Greenhouse Gas Emission Dynamics in Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei) Farming with Mineral Additives.

Authors: Haikal Aziz
Cited by: 0

Abstract

Haikal Aziz. Dinamika emisi gas rumah kaca pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan penambahan mineral. Dibimbing oleh: Kukuh Nirmala, Eddy Supriyono, dan Majariana Krisanti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika emisi gas rumah kaca (GRK) pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan penambahan mineral pada media budidaya serta mengkaji keterkaitannya dengan kualitas air, komunitas plankton, dan kinerja pertumbuhan udang. Budidaya udang intensif berpotensi menghasilkan emisi GRK akibat akumulasi bahan organik dan proses biogeokimia nitrogen di perairan, sehingga diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang mampu menekan pelepasan GRK tanpa mengganggu performa produksi. Penelitian dilakukan secara eksperimental selama masa pemeliharaan udang dengan perlakuan penambahan mineral pada air media budidaya. Perlakuan terdiri atas media tanpa penambahan mineral (M0) dan media dengan penambahan mineral pada dosis berbeda (M1 dan M2). Parameter yang diamati meliputi fluks GRK (CO2, CH4, dan N2O), kualitas air (oksigen terlarut, pH, suhu, salinitas, ORP, TAN, nitrit, nitrat, alkalinitas, ortofosfat, dan total bahan organik), kelimpahan serta komposisi fitoplankton, dan kinerja pertumbuhan udang. Data dianalisis secara statistik untuk mengetahui pengaruh perlakuan serta hubungan antara kualitas air dan fluks GRK menggunakan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama masa pemeliharaan terjadi pelepasan CO2, CH4, dan N2O ke atmosfer, dengan fluks CO2 sebagai kontribusi terbesar dibandingkan gas lainnya. Penambahan mineral tidak memberikan pengaruh yang nyata secara statistik (p>0,05) terhadap fluks GRK, namun cenderung berperan dalam menekan pelepasan GRK melalui pengendalian kualitas air dan akumulasi bahan organik. Fluks GRK berkorelasi erat dengan parameter kualitas air, terutama pH, oksigen terlarut, salinitas, serta senyawa nitrogen, yang berperan dalam proses nitrifikasi dan denitrifikasi. Kondisi perairan yang cenderung asam dan penurunan alkalinitas berkontribusi terhadap pelepasan CO2 dan N2O, sedangkan produksi CH4 berkaitan dengan kandungan bahan organik dan kondisi redoks perairan. Komunitas fitoplankton selama pemeliharaan didominasi oleh kelas Cyanophyceae, diikuti oleh Bacillariophyceae dan Chlorophyceae. Penambahan mineral tidak menyebabkan perbedaan nyata terhadap kelimpahan total plankton, namun perlakuan dengan dosis mineral lebih tinggi menunjukkan kestabilan komposisi plankton yang lebih baik dan potensi planktonic imbalance yang lebih rendah. Dominasi Cyanophyceae berkontribusi terhadap peningkatan bahan organik, yang selanjutnya memengaruhi dinamika GRK di media budidaya. Kinerja pertumbuhan udang vaname, yang meliputi pertambahan biomassa, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup, tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan (p>0,05). Penambahan mineral tidak memberikan pengaruh langsung terhadap pertumbuhan udang, namun berkontribusi pada perbaikan kualitas air dan penurunan potensi zat toksik selama pemeliharaan. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penambahan mineral pada air media budidaya udang vaname tidak berpengaruh nyata terhadap fluks GRK dan kinerja pertumbuhan udang, namun berperan dalam menjaga stabilitas kualitas air dan menekan potensi pelepasan GRK secara tidak langsung. Implikasi hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kualitas air melalui pendekatan mineralisasi dapat menjadi strategi pendukung dalam budidaya udang yang lebih ramah lingkungan, meskipun tidak secara langsung meningkatkan performa pertumbuhan. Penelitian lanjutan pada skala lapang dan jangka waktu lebih panjang diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas strategi ini dalam menekan emisi GRK secara berkelanjutan. Kata kunci: Gas rumah kaca, udang vaname, penambahan mineral, kualitas air

Fields of Study & Subjects

Aquaculture Nutrition and Growth Aquaculture disease management and microbiota Fisheries and Aquaculture Studies

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis