Efficacy of Fish-Based Snacks on Nutritional Status and Physical Fitness of Soccer School Children in Ternate City

Authors: Fahmi Abdul Hamid
Cited by: 0

Abstract

Remaja dengan aktivitas fisik tinggi yang memiliki pola makan tidak teratur lebih rentan mengalami masalah gizi. Masalah gizi pada remaja umumnya disebabkan oleh rendahnya jumlah asupan pangan, buruknya kualitas makanan yang dikonsumsi, serta kurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini tercermin dari tingginya prevalensi pendek atau stunting sebesar 24% dan berat badan kurang sebesar 7,5% pada remaja usia 13-15 tahun di Indonesia, termasuk di Maluku Utara pada tahun 2024. Kekurangan asupan gizi juga ditemukan secara signifikan pada siswa Sekolah Sepak Bola (SSB). Contohnya, di SSB Ganesha Putra Purwodadi, Semarang, 41% siswa mengalami defisit asupan protein. Defisit yang lebih parah terjadi di SSB Tugu Muda Semarang, dengan kekurangan asupan karbohidrat (93,8%), lemak (75%), dan protein (87,5%). Selain itu, tingginya angka anemia (29,7%) juga dilaporkan pada atlet sepak bola di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi kudapan bakso berbahan ikan layang (Decapterus sp) yang ditambahkan hati tuna terhadap hemoglobin, komposisi tubuh, VO2max, ketahanan otot, dan kebugaran jasmani pada siswa sekolah sepak bola di Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode gabungan yang terdiri dari dua tahap utama: pengembangan produk dan intervensi. Tahap pengembangan produk menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pengujian nilai gizi (karbohidrat, lemak, protein, zat besi, dan asam amino) produk terpilih melalui eksperimen laboratorium. Tahap intervensi dimulai dengan skrining menggunakan pendekatan cross-sectional dan intervensi dilaksanakan dengan desain one-goup pretest and posttest design. Pengembangan produk dan analisis nilai gizi dilaksanakan di Laboratorium Gizi Poltekkes Ternate dan Laboratorium SIG SARASWATI Kota Bogor, intervensi bertempat di SSB Indonesia Muda dan Tunas Gamalama/Mayoma Kota Ternate. Penelitian memperoleh Etis dari Poltekkes Semarang (Nomor 0188/EA/KEPK/2024). Subjek pengujian organoleptik menggunakan 30 panelis semi terlatih (mahasiswa Poltekkes yang telah dilatih dan lulus mata kuliah Ilmu Teknologi Pangan). Subjek intervensi terdiri dari 32 orang usia 13-15 tahun yang perhitungannya merujuk pada penelitian sebelumnya. Analisis kandungan gizi dilakukan terhadap karbohidrat (metode by difference), kadar lemak (metode ekstraksi Soxhlet/AOAC 2005), protein (metode Kjeldahl /AOAC 2005), kadar zat besi (metode ICP-OES 2021), dan asam amino (metode UPLC). Pengukuran konsumsi pangan (food recall 24 jam dua hari), status gizi dan komposisi tubuh (menggunakan timbangan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), kadar hemoglobin (metode cyanmethemoglobin), asam laktat (analisis darah kapiler dengan Accutrend Plus Merk Roche), dan VO2max (metode Cooper Test lari 2400 meter) dilakukan pada subjek. Selain itu, kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Seluruh data diolah menggunakan bantuan perangkat lunak komputer, yaitu aplikasi Microsoft Excel dan IBM SPSS versi 25. Analisis data hasil pengujian organoleptik menggunakan metode statistik non-parametrik Kruskal-Wallis Test p0,05), tetapi terdapat perbedaan signifikan pada aroma, rasa, dan tekstur di antara tiga perlakuan tepung (p

Fields of Study & Subjects

Nutrition Health and Food Behavior Public Health and Nutrition Food and Agricultural Sciences

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID