The Role of Young Agrosociopreneurs as Agents of Change in Farmer Communities

Authors: Siti Syamsiah
Cited by: 0

Abstract

Berkurangnya jumlah petani produktif dan meningkatnya proporsi petani lanjut usia menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pembangunan pertanian di Indonesia. Kondisi ini terjadi di tengah masa bonus demografi yang seharusnya menjadi peluang besar bagi peningkatan keterlibatan generasi muda di sektor pertanian. Namun, rendahnya minat dan terbatasnya akses terhadap sumber daya, pasar, serta teknologi menyebabkan proses regenerasi petani berjalan lambat. Dalam konteks ini, muncul generasi Agrososiopreneur (ASP) muda sebagai wirausahawan sosial di bidang pertanian yang berpotensi menjadi agen perubahan melalui inovasi sosial, kepemimpinan kolektif, dan kolaborasi digital. Keberadaan ASP Muda diharapkan dapat mempercepat regenerasi petani, mengurangi kesenjangan akses, dan mendorong pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas dan kemandirian agrososiopreneur muda; (2) menganalisis pengaruh kapasitas dan kemandirian agrososiopreneur muda terhadap keefektifan perannya; (3) menganalisis pengaruh keefektifan peran agrososiopreneur muda sebagai agen perubahan di masyarakat petani terhadap keberlanjutan usaha; (4) merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan peran agrososiopreneur muda sebagai agen perubahan di masyarakat petani. Penelitian dilakukan di Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei, yang dilengkapi data kualitatif. Populasi penelitian meliputi 515 ASP Muda di Kabupaten Cianjur dan Subang, dengan 227 responden yang ditentukan melalui cluster random sampling menggunakan rumus Slovin. Unit analisis dalam penelitian ini adalah individu. Instrumen penelitian berupa kuesioner telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas, dan seluruh butir pertanyaan dinyatakan valid serta reliabel untuk digunakan dalam pengumpulan data. Penelitian dilaksanakan pada periode September 2023 hingga September 2024, dengan memanfaatkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai sumber dokumentasi terkait. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif dan inferensia. Uji hubungan struktural antarvariabel dilaksanakan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan dukungan eksternal dan modal sosial berapa pada kategori sedang, sedangkan intensitas pemanfaatan teknologi informasi berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil uji hipotesis, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas ASP Muda. Dukungan eksternal meliputi akses pelatihan, pendampingan, dan bantuan pembiayaan yang berkontribusi langsung pada peningkatan pengetahuan teknis, manajerial, dan kewirausahaan. Intensitas pemanfaatan teknologi informasi berperan dalam memperkuat kapasitas melalui peningkatan akses informasi, pemasaran digital, serta kemampuan analisis usaha, meskipun tidak berpengaruh langsung terhadap kemandirian. Adapun modal sosial, berupa kepercayaan, kerja sama, dan jaringan antar pelaku, terbukti berpengaruh secara langsung terhadap kapasitas maupun kemandirian ASP Muda. Dengan demikian, kemandirian usaha terutama dibentuk oleh dukungan eksternal dan modal sosial, sedangkan pemanfaatan teknologi informasi berkontribusi tidak langsung melalui peningkatan kapasitas. Kemandirian tersebut tercermin dari kemampuan ASP Muda dalam mengelola sumber daya, mengambil keputusan strategis, dan mengembangkan usaha secara profesional serta berorientasi jangka panjang. Peran ASP Muda sudah efektif, hasil ini, kapasitas dan kemandirian terbukti berpengaruh signifikan terhadap keefektifan peran ASP Muda sebagai agen perubahan di masyarakat petani. ASP Muda yang memiliki kemampuan teknis, manajerial, dan sosial yang baik mampu berperan sebagai penghubung (linker) antara petani dan pasar, sebagai motivator yang menginspirasi perubahan perilaku, serta sebagai fasilitator yang mendorong adopsi inovasi pertanian di tingkat komunitas. Di sisi lain, kemandirian usaha memperkuat legitimasi sosial dan meningkatkan kepercayaan dari petani lain, memungkinkan ASP Muda menjadi figur panutan dan penggerak perubahan di lingkungan pertaniannya. Kombinasi antara kapasitas dan kemandirian membentuk kepemimpinan transformasional yang menjadi kunci dalam membangun kepercayaan, partisipasi, dan semangat kolaborasi di kalangan petani. Tingkat keberlanjutan usaha ASP Muda berada pada kategori rendah karena kapasitas dan kemandirian belum cukup kuat menopang usaha jangka panjang. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa keefektifan peran ASP Muda sebagai agen perubahan berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Pada dimensi ekonomi, peran berkontribusi terhadap produktivitas, diversifikasi usaha, dan perluasan akses pasar; pada dimensi sosial, peran ini memperkuat jejaring, solidaritas kelompok, dan partisipasi kolektif, serta pada dimensi lingkungan, ASP Muda mendorong praktik pertanian ramah lingkungan dan adaptasi iklim. Dengan demikian, keefektifan peran ASP Muda menjadi penghubung antara kapasitas dan kemandirian individu dengan keberlanjutan usaha pertanian secara kolektif. Oleh karena itu, penguatan peran ASP Muda memerlukan pengembangan kapasitas dan kemandirian yang terintegrasi denga kolaborasi lintas aktor, dukungan teknologi informasi, dan modal sosial agar berdampak berkelanjutan. Strategi prioritas untuk penguatan peran ASP Muda sebagai agen perubahan di masyarakat petani perlu diarahkan terutama pada peningkatan kemandirian, sedangkan kapasitas dan modal sosial tetap dipertahankan karena keduanya sudah berada pada level yang kuat. Penguatan keefektifan peran ASP Muda merupakan titik ungkit yang paling utama, karena peran dijalankan secara efektif memperkuat hubungan antara kapasitas dan kemandirian, sehingga mampu mendorong keberlanjutan usaha yang lebih kuat.

Fields of Study & Subjects

Agricultural Development and Management Agriculture and Agroindustry Studies Agricultural Innovations and Practices

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID