Adaptation Test of Melon (Cucumis melo L.) Across Three Locations and Metabolite Profile Analysis

Authors: Wahyu Mukti
Cited by: 0

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi karena umur panennya yang relatif singkat (60–70 hari), harga jual tinggi, serta kandungan nutrisi tinggi yang baik untuk kesehatan. Namun, produksi melon Indonesia saat ini menghadapi masalah. Pada tahun 2023, melon hanya menyumbang 0,41% dari total produksi buah nasional, dengan penurunan luas panen dan produksi sepanjang 2019–2023. Produksi nasional juga belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi domestik yang mencapai 141.400 ton per tahun. Budidaya dalam greenhouse menjadi alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan produktivitas. Sistem ini terbukti menghasilkan panen lebih cepat dan kualitas lebih tinggi, meskipun membutuhkan investasi yang besar. Kondisi tersebut menuntut tersedianya varietas unggul yang mampu tumbuh optimal di greenhouse dan menghasilkan buah berkualitas premium dengan harga jual yang tinggi. Preferensi konsumen Indonesia terhadap rasa manis, daging oranye, ukuran besar, dan daya simpan lama mendorong petani untuk menanam varietas unggul. Pengembangan melon bermutu tinggi penting untuk meningkatkan daya saing di tengah arus perdagangan bebas dan dominasi produk impor. Pemuliaan tanaman berperan strategis dalam menghasilkan varietas nasional yang unggul secara morfologis, adaptif terhadap hama-penyakit, dan tidak bergantung pada benih impor. Varietas hibrida dipandang menjanjikan karena menghasilkan buah seragam, vigor tinggi, dan memungkinkan penggabungan berbagai karakter unggul. Dalam mendukung pemuliaan, analisis metabolomik digunakan untuk mengevaluasi kualitas buah melalui biomarker seperti sukrosa, senyawa volatil, dan asam askorbat. Profil metabolit ini dipengaruhi oleh genotipe, musim, dan kondisi lingkungan. Regulasi perbenihan mewajibkan setiap varietas baru sebelum diedarkan harus didaftarkan dan melalui uji adaptasi multilokasi untuk mengetahui stabilitasnya di berbagai kondisi lingkungan serta memverifikasi keunggulan spesifiknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi keunggulan calon varietas melon dibandingkan varietas pembanding berdasarkan karakter agronomi dan morfologi (2) mempelajari pengaruh interaksi genotipe × lingkungan terhadap karakter buah melon, dan (3) mengidentifikasi senyawa metabolit potensial pada calon varietas melon yang diuji. Percobaan ini dilakukan dalam rumah kaca di tiga lokasi dataran rendah, yaitu Kota Bogor, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar pada bulan Oktober 2024 sampai Februari 2025. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan empat ulangan pada setiap lokasi. Perlakuan terdiri dari satu genotipe melon uji (Snow White Meta) dan tiga varietas pembanding (Alina, Brajan, dan Leoni). Sifat morfologi dan agronomi diamati sepanjang masa pertumbuhan dan setelah panen. Analisis statistik meliputi sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe Snow White Meta secara konsisten unggul pada 8 karakter yaitu : warna kulit krem (RHS 11C), warna daging buah krem pucat (RHS 11D), aroma luar kuat, jala sedikit, umur panen tercepat (61 HST), tebal kulit tertipis (0,34 cm), persentase dapat dikonsumsi tertinggi (89,86%), padatan terlarut total (PTT) 10,65 °Brix, dan vitamin C 25,38 mg/100g. Hal ini menjadikan Snow White Meta sebagai kandidat varietas unggul yang layak untuk dikembangkan. Interaksi genotipe × lingkungan berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap karakter umur berbunga jantan, umur berbunga hermafrodit, lebar daun, umur panen, tebal kulit, tebal daging buah, padatan terlarut total, presentase dapat dikonsumsi serta proporsi rongga buah. Hal ini ditandai dengan adanya perbedaan respon genotipe pada setiap lokasi uji dari masing-masing karakter tersebut. Terdapat 6 senyawa metabolit spesifik dari genotipe uji Snow White Meta berupa gula D-Ribose (gula pentosa) dan D-Galactose (gula heksosa) yang berperan dalam membentuk cita rasa manis, asam amino ACPC sebagai prekusor etilen yang berpengaruh pada aroma, asam organik Dehydroascorbic acid (bentuk teroksidasi dari vitamin C) dan (E)-4-Methoxycinnamic acid (turunan asam sinamat) yang berfungsi sebagai antioksidan dan berkontribusi terhadap kesegaran rasa, serta lipid N-lactoylethanolamine (N-acylethanolamines (NAEs)) yang merupakan molekul sinyal turunan lipid yang berfungsi sebagai sistem pelindung alami.

Fields of Study & Subjects

Advances in Cucurbitaceae Research Genetics and Plant Breeding Greenhouse Technology and Climate Control

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis