Improving the Quality of Synthetic Eri Silk Strains through Selection and Degumming Optimization

Authors: Andwi Russpita
Cited by: 0

Abstract

Serat sutra merupakan salah satu penunjang industri tekstil di Indonesia. Permintaan serat sutra yang cukup tinggi menyebabkan Indonesia melakukan impor dari negara penghasil serat, salah satunya dari Tiongkok. Ulat sutra eri (Samia cynthia ricini) memiliki potensi dalam menunjang kebutuhan dan permintaan serat di Indonesia karena sifatnya yang multivoltin. Galur sintetik sutra eri (Joglo, Pasopati, Jopati, dan Prasojo) yang dibudidayakan di Indonesia memiliki keunggulan adaptif terhadap wilayah marginal dan memiliki siklus larva yang lebih pendek (17-18 hari) sehingga proses pemeliharaannya dapat mengurangi biaya produksi peternak. Galur sintetik sutra eri masih menghadapi tantangan berupa nilai kuat tarik seratnya yang masih belum optimal sehingga dibutuhkan upaya perbaikan kualitas serat melalui metode seleksi dan optimasi teknik degumming multirespon. Penelitian ini menggunakan metode seleksi berupa penyeleksian bobot kokon 30% terbaik. Optimasi teknik degumming pada serat sutra telah banyak dipelajari, namun informasi terkait degumming multirespon masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas serat sebagai kandidat unggul subgalur sintetik penghasil fibroin dan serisin melalui program seleksi dan optimasi teknik degumming multirespon. Karakteristik morfometrik ulat dan kokon galur sintetik sutra eri diamati sebagai respon biologis yang merupakan potensi dari masing-masing galur. Serat sutra dioptimasi menggunakan pendekatan Response Surface Methodology (RSM) dengan variabel bebas berupa suhu (X1), waktu (X2), dan konsentrasi larutan Na2CO3 (X3) serta variabel terikat berupa bobot serat (Y1), panjang serat (Y2), dan tensile strength (Y3). Hubungan antara variabel bebas dan terikat dianalisis menggunakan rancangan Central Composite Design (CCD) untuk menentukan kondisi optimum dari masing-masing variabel. Serat sutra hasil optimasi degumming kemudian diobservasi di laboratorium untuk melihat kesesuaian model prediksi dengan nilai aktual. Serat sutra hasil optimasi degumming dikarakterisasi kualitasnya melalui analisis tensile strength, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscope (SEM), dan tingkat kilau serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur Pasopati dan Prasojo memiliki performa yang stabil dari segi morfometrik maupun kualitas serat. Galur Pasopati dan Joglo memiliki serat yang lebih berkilau dibandingkan galur lainnya, sedangkan galur Prasojo memiliki nilai kuat tarik serat yang paling unggul (1408,35 MPa). Analisis FTIR menunjukkan bahwa puncak serapan amida pada masing-masing galur berada pada kondisi yang stabil sehingga tidak terdapat kerusakan gugus fungsi pada serat. Galur Pasopati dan Prasojo memiliki performa yang lebih stabil dilihat dari morfometrik ulat dan kokon, serta kualitas seratnya. Optimasi teknik degumming pada suhu 67,7 oC dengan konsentrasi larutan Na2CO3 sebanyak 0,053 N selama 27 menit mampu meluruhkan serisin dari fibroin tanpa merusak struktur serat dilihat dari hasil analisis SEM.

Fields of Study & Subjects

Silkworms and Sericulture Research Silk-based biomaterials and applications Dyeing and Modifying Textile Fibers

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis