Activity and Spatial Pattern of Bajo Settlements in Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi Province
Abstract
SAFRIANTI ASRIN. Pola Aktivitas dan Spasial Permukiman Suku Bajo di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Dibimbing oleh ERNAN RUSTIADI dan GALUH SYAHBANA INDRAPRAHASTA. Permukiman masyarakat Suku Bajo di Desa Mola Selatan, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan dan Desa Sama Bahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi menunjukkan keterikatan yang kuat dengan laut sebagai sumber penghidupan sekaligus sebagai bagian utama dari identitas budaya. Banyaknya penduduk masyarakat Suku Bajo yang memilih untuk tinggal di atas laut berkontribusi pada pembentukan berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir, yang pada akhirnya menciptakan pola ruang tersendiri di wilayah pesisir Kabupaten Wakatobi. Namun, pola permukiman Suku Bajo yang spesifik ini juga menimbulkan berbagai masalah yang perlu untuk ditangani segera. Permasalahan-permasalahan tersebut meliputi hilangnya nilai-nilai tradisional, rumah tidak layak huni dan kondisi lingkungan yang buruk. Selain itu, masih rendahnya tingkat pendidikan anak dan tingginya angka kemiskinan juga menjadi isu krusial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi aktivitas masyarakat Suku Bajo di Kabupaten Wakatobi pada desa dengan karakteristik geografis yang berbeda sebagai dasar dalam pengembangan permukiman, (2) menganalisis pola spasial permukiman masyarakat Suku Bajo di Kabupaten Wakatobi berdasarkan karakteristik lokasi permukiman, dan (3) merumuskan strategi pengembangan permukiman masyarakat Suku Bajo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mola Selatan, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan dan Desa Sama Bahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. Metode analisis yang digunakan meliputi thematic analysis, Nearest Neighbor Analysis (NNA), serta metode A’WOT yang mengintegrasikan analisis SWOT dan AHP untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Suku Bajo di Desa Mola Selatan memiliki aktivitas yang relatif lebih modern dibandingkan dengan Desa Sama Bahari yang masih didominasi oleh praktik-praktik tradisional. Pola spasial permukiman di kedua lokasi penelitian bersifat seragam, yang mencerminkan bentuk adaptasi masyarakat terhadap kondisi geografis wilayah. Strategi utama yang dihasilkan dari analisis A’WOT adalah strategi ST (Strength–Threat), yang berfokus pada penguatan potensi internal dan mitigasi ancaman eksternal dalam rangka pengembangan permukiman yang lebih baik. Kata Kunci : Suku Bajo, aktivitas, pesisir, permukiman.
Fields of Study & Subjects
Architectural and Urban Studies
Architecture and Cultural Influences
Coastal Management and Development
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis