The Identification of Potential Plant as Anti-inflammation by In Silico Approach and Experimental Validation

Authors: Rafli Renhar
Cited by: 0

Abstract

Inflamasi adalah respon tubuh terhadap alergen yang masuk ke dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan antiinflamasi secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping merugikan. Investigasi pengobatan inflamasi alternatif dengan tumbuhan obat telah banyak dilakukan, terutama menggunakan sumber daya hayati lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tumbuhan asal Pulau Belitung dengan kandungan metabolit sekunder yang paling menjanjikan untuk mengatasi inflamasi. Seleksi in silico pada enam tumbuhan potensial yang sering digunakan oleh masyarakat Belitung Timur. Pecah tujuh atau Ipomoea cairica menjadi tumbuhan paling potensial. Uji eksperimental secara in vitro pada ekstrak kasar etanol I. cairica menunjukkan aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 325,7 ppm. Ekstrak tersebut mempertahankan stabilitas membran sel eritrosit relatif lebih tinggi dibandingkan dengan natrium diklofenak dalam setiap seri perlakuan uji. Akan tetapi, ekstrak kasar etanol I. cairica tergolong sangat toksik (LC50 7,2 ppm), sehingga penggunaan ekstrak kasar I. cairica sebagai agen antiinflamasi potensial perlu kehati-hatian.

Fields of Study & Subjects

Medicinal Plant Research Phytochemistry and Biological Activities Ethnobotanical and Medicinal Plants Studies

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis