The Dynamic of Land Use Changes and Their Impacts on Rural-Urban Transformation in Joglosemar Mega Urban Region
Abstract
Kawasan Joglosemar merupakan salah satu kawasan megaurban yang berkembang di bagian tengah Pulau Jawa, Indonesia. Pembangunan fisik yang masif terjadi di kawasan ini dapat memperbesar risiko alih fungsi lahan dan ketidakseimbangan spasial antar wilayah sekaligus memicu urbanisasi yang meluas ke daerah periurban, potensi urban sprawl serta transformasi yang signifikan dalam aspek spasial, sosial, dan ekonomi. Transformasi perdesaan-perkotaan pun menjadi tidak terelakkan, terutama di area periurban. Meskipun berbagai penelitian mengenai urbanisasi telah banyak dilakukan di Kawasan Joglosemar (aglomerasi perkotaan Yogyakarta – Surakarta – Semarang), namun kajian tersebut masih berfokus pada aspek spasial terutama terkait perubahan tutupan lahan. Kajian transformasi sosial ekonomi juga belum banyak ditelaah secara regional. Transformasi perdesaan-perkotaan di kawasan ini menjadi suatu kajian yang relevan di mana perubahan ekonomi, sosial, dan spasial saling terkait satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan memetakan tren perubahan tutupan lahan di Kawasan Megaurban Joglosemar (2) menganalisis transformasi perdesaan–perkotaan baik dari aspek spasial, maupun sosial ekonomi (3) mengidentifikasi dan memetakan area dengan potensi pertumbuhan lahan terbangun tinggi di Kawasan Megaurban Joglosemar berdasarkan prediksi tutupan lahan tahun 2033 dan 2043, dan (4) merumuskan rekomendasi alternatif untuk pengembangan Kawasan Megaurban Joglosemar yang berbasis pada transformasi perdesaan-perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan temporal tahun 2002, 2013 dan 2023. Tutupan lahan diklasifikasi dengan metode supervised classification dan algoritma random forest. Transformasi perdesaan perkotaan menggunakan rasio lahan terbangun, dan analisis GeoDetector. Sementara itu, prediksi tutupan lahan tahun 2033 dan 2043 menggunakan land changes modeler (Terrset) dengan menggabungkan pendekatan multi layer percepton dan model markov chain. Perumusan rekomendasi menggunakan analisis deskriptif analitis untuk melihat hubungan, pola, dan implikasi antar temuan sehingga menghasilkan rekomendasi yang integratif dan kontekstual. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terjadinya pertumbuhan lahan terbangun yang signifikan di Kawasan Joglosemar seiring dengan berkurangnya lahan hijau seperti sawah, hutan, kebun, ladang, tegalan dan lahan bervegetasi lainnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan transformasi spasial dimana batas zona perkotaan semakin menjauh dari pusat kota dan terjadi perluasan zona periurban. Secara administratif desa di kawasan ini mengalami terjadinya pertambahan jumlah desa perkotaan dan desa periurban. Kemudian, dari hasil analisis GeoDetector terdapat hubungan positif antara transformasi spasial dan sosial ekonomi yang menunjukkan bahwa pertumbuhan lahan terbangun sejalan dengan adanya perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya dalam hal ini dapat disimpulkan terjadi transformasi perdesaan-perkotaan di Kawasan Joglosemar. Proses transformasi perdesaan perkotaan di kawasan Joglosemar memiliki dua fase dengan karakteristik yang berbeda. Pada fase awal (2002-2013), secara keruangan ekspansi wilayah perkotaan berfokus pada wilayah pinggiran, dengan perubahan struktural ekonomi dari pertanian ke campuran (pertanian, industri dan jasa) dan kondisi sosial yang sedikit mengalami guncangan dengan banyaknya migrasi masuk serta berkembangnya tindak kejahatan yang terjadi. Pada fase kedua (2013-2023), pertumbuhan lahan terbangun bergerak sesuai dengan jalur transportasi sehingga meningkatkan urban network antar metropolitan dan memperkokoh sistem megaurban. Transformasi mata pencaharian masih terus berlangsung, seiring dengan struktur ekonomi industri dan jasa yang semakin matang dan merata. Dari sisi sosial, meskipun diversitas dan angka kejahatan masing tinggi, namun secara sistem masyarakat mulai mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Kemudian analisis prediksi tutupan lahan digunakan untuk memprediksi wilayah dengan kecepatan pertumbuhan lahan terbangun tinggi. Dari hasil tersebut, beberapa area yang teridentifikasi memiliki laju pertumbuhan lahan terbangun kategori tinggi yaitu desa/kelurahan yang berada di sepanjang koridor jalan utama di Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Magelang-Yogyakarta. Kemudian pada ibukota Kabupaten Klaten, dan kabupaten lain di DI Yogyakarta. Wilayah-wilayah ini memerlukan intervensi lanjutan untuk dapat beradaptasi dari berbagai perubahan yang akan terjadi baik secara keruangan (alih fungsi lahan), lingkungan, sosial dan ekonomi. Pengelolaan kawasan megaurban Joglosemar perlu dilakukan melalui pendekatan sistemik yang menyeimbangkan pengendalian spasial–ekologis, transformasi ekonomi lokal, serta stabilitas sosial dan kelembagaan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengarahkan perkembangan Joglosemar menuju kawasan megaurban yang berkelanjutan dan inklusif tanpa mengorbankan fungsi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.
Fields of Study & Subjects
Land Use and Ecosystem Services
Urban Development and Societal Issues
Regional Socio-Economic Development Trends
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis