Economic Value and Institutional of Environmental Services for Tourism in The Togean Islands Central Sulawesi
Abstract
Kepulauan Togean merupakan kawasan konservasi laut dan destinasi wisata unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021–2026. Kawasan ini memiliki potensi jasa lingkungan wisata yang tinggi, yang didukung oleh keanekaragaman hayati yang melimpah dan keindahan bentang alam. Namun, Kepulauan Togean saat ini mengalami tekanan ekologis berupa kerusakan lingkungan pada beberapa lokasi wisata populer. Di sisi lain, pemerintah dan pemangku kepentingan belum memiliki kajian komprehensif mengenai nilai ekonomi jasa lingkungan sebagai dasar perumusan kebijakan berbasis bukti. Selain itu, kelembagaan lokal masih menunjukkan keterbatasan, terutama dalam partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, tesis ini mengkaji pengelolaan ekowisata berkelanjutan di Kepulauan Togean melalui analisis valuasi ekonomi jasa lingkungan dan penguatan kelembagaan sebagai dasar perumusan kebijakan konservasi yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menilai nilai ekonomi jasa lingkungan wisata serta menganalisis kondisi kelembagaan ekowisata di Kepulauan Togean. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengestimasi nilai ekonomi jasa lingkungan wisata menggunakan metode Travel Cost Method (TCM); (2) memetakan kondisi serta peran kelembagaan lokal termasuk tingkat partisipasi masyarakat, dan (3) merumuskan strategi penguatan kelembagaan yang dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis dan akademis dalam memperkuat tata kelola konservasi serta mengintegrasikan aspek ekologi dan ekonomi dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Kepulauan Togean. Berdasarkan hasil penelitian, Kepulauan Togean menarik segmen pasar niche internasional dengan karakteristik demografis yang didominasi oleh wisatawan berusia produktif 26–55 tahun (82%), berpendidikan tinggi (88% berpendidikan S1 ke atas), serta memiliki komposisi gender yang relatif seimbang antara laki-laki (52%) dan perempuan (48%). Secara geografis, kunjungan wisatawan ke Kepulauan Togean didominasi oleh wisatawan asal Eropa (88%), dengan tiga negara asal utama yaitu Prancis (25%), Belanda (13%), dan Jerman (10%), yang mayoritas wisatawannya bekerja di sektor swasta dan pendidikan. Motivasi utama kunjungan wisatawan meliputi aktivitas rekreasi alam (74%) dan olahraga air (22%). Temuan ini menegaskan posisi Kepulauan Togean sebagai destinasi ekowisata eksklusif yang menawarkan pengalaman alam yang tenang dan autentik bagi segmen wisatawan terdidik yang cenderung menghindari pariwisata massal, sehingga kawasan ini memerlukan strategi pengelolaan berkelanjutan dan pemasaran yang tepat sasaran mempertahankan daya tarik jangka panjang. Penelitian ini mengestimasi nilai ekonomi jasa lingkungan wisata menggunakan Individual Travel Cost Method (ITCM). Analisis regresi Poisson menunjukkan bahwa biaya perjalanan per hari dan jarak tempuh berpengaruh signifikan terhadap lama tinggal (length of stay) wisatawan. Berdasarkan hasil pemodelan tersebut, penelitian ini menghitung surplus konsumen rata-rata sebesar Rp30,32 juta per kunjungan. Dengan asumsi agregasi terhadap 190.070 kunjungan wisatawan pada tahun 2023, penelitian ini memperoleh estimasi nilai ekonomi jasa lingkungan sebesar Rp5,76 triliun per tahun. Nilai tersebut mencerminkan tingkat willingness to pay yang tinggi terhadap kelangkaan ekologis (ecological rarity) destinasi Kepulauan Togean. Namun demikian, estimasi tersebut berpotensi mengalami overestimated karena keterbatasan metodologis, antara lain penggunaan responden wisatawan pertama kali (first-time visitors) dan asumsi homogenitas perilaku kunjungan. Meskipun demikian, secara kuantitatif temuan ini tetap memberikan justifikasi ekonomi awal (prima facie evidence) yang kuat bagi perlindungan ekosistem sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi pariwisata kawasan. Dari sisi kelembagaan, penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan wisata di Kepulauan Togean melibatkan lima aktor utama, yaitu Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pemerintah desa, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Meskipun peran masing-masing aktor telah teridentifikasi, evaluasi kelembagaan menunjukkan dua permasalahan utama, yakni distribusi manfaat ekonomi yang belum merata serta lemahnya penegakan regulasi dan sanksi di lapangan. Selain itu, transformasi kelembagaan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menjadi BTNKT sejak tahun 2007 belum sepenuhnya disertai dengan penerapan pendekatan co management yang inklusif. Keterlibatan masyarakat lokal masih terbatas pada peran operasional, seperti pemandu wisata dan operator kapal, dan belum mencakup peran strategis dalam perencanaan. Padahal, keberlanjutan konservasi dan pariwisata bergantung pada integrasi kearifan lokal serta keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata. Dengan mengintegrasikan hasil estimasi nilai ekonomi dan evaluasi kapasitas kelembagaan, penelitian ini merumuskan strategi penguatan kelembagaan berbasis masyarakat yang berfokus pada dua isu utama, yaitu belum meratanya distribusi manfaat ekonomi dan lemahnya penegakan sanksi akibat keterbatasan kewenangan formal di tingkat desa. Rekomendasi yang diusulkan meliputi legalisasi Pokdarwis melalui Peraturan Desa, pembentukan forum multipihak yang melibatkan BTNKT, DISPARBUD, DPMD, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat, serta penguatan mekanisme distribusi manfaat melalui peran BUMDes. Strategi ini didukung oleh perancangan skema tata kelola yang menghubungkan seluruh aktor dalam satu mekanisme koordinasi guna memperkuat pengawasan berbasis komunitas, menjaga konsistensi kolaborasi antarlembaga, dan memperluas akses masyarakat terhadap manfaat ekonomi. Dengan pendekatan ini, masyarakat berperan sebagai support system aktif dalam kegiatan ekowisata, sehingga pengelolaan ekowisata Kepulauan Togean dapat berjalan lebih adil dan berkelanjutan.
Fields of Study & Subjects
Economic and Environmental Valuation
Conservation
Biodiversity
and Resource Management
Community-based Tourism Development and Sustainability
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis