Potential of Galangal, Basil, and Lemongrass Extracts to Control Aspergillus flavus in Peanut Seeds

Authors: WAHYU APRILIA ADHISA PUTRI
Cited by: 0

Abstract

Aspergillus flavus merupakan cendawan patogen yang banyak menyerang komoditas pascapanen, salah satunya kacang tanah di penyimpanan dan berbahaya karena menurunkan daya kecambah benih dan mampu memproduksi aflatoksin. Pengendalian kimiawi telah dilakukan, tetapi memiliki kelemahan adanya residu pestisida yang tidak aman apabila diaplikasikan pada komoditas yang dikonsumsi. Alternatif yang dapat digunakan berupa fungisida nabati yang dibuat dari lengkuas, kemangi, dan serai. Banyak penelitian melaporkan bahwa lengkuas, kemangi, dan serai memiliki kandungan senyawa yang bersifat antifungi sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi dan konsentrasi efektif dari ekstrak lengkuas, kemangi, dan serai dalam menghambat pertumbuhan A. flavus pada biji kacang tanah. Pengujian dilakukan secara in vitro dengan metode peracunan media, uji perkecambahan spora, dan in vivo blotter test dengan pencelupan biji kacang tanah pada larutan ekstrak. Perlakuan ekstrak lengkuas memberikan penghambatan paling baik dan cukup konsisten di semua pengujian. Ekstrak lengkuas 10% dinilai baik dan efisien di pengujian in vitro dengan penghambatan 75,28% dan cukup konsisten menghambat perkecambahan spora di berbagai konsentrasi. Perlakuan ekstrak lengkuas juga mampu menekan gejala infeksi dan memunculkan sedikit gejala di pengujian in vivo, tetapi masih belum lebih efektif dibandingkan fungisida sintetik.

Fields of Study & Subjects

Essential Oils and Antimicrobial Activity Mycotoxins in Agriculture and Food Insect Pest Control Strategies

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis