PENGARUH PREHEATING PADA PENGELASAN DISSIMILAR ANTARA BAJA AISI 1020 DAN BAJA AISI 1045 MENGGUNAKAN LAS SMAW

Authors: Hafizh Muhammad
Cited by: 0

Abstract

Pengelasan dissimilar antara baja AISI 1020 dan baja AISI 1045 banyak digunakan pada aplikasi struktural, namun perbedaan sifat termal dan kandungan karbon dapat menurunkan kualitas sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu preheating terhadap hasil uji tarik dan karakteristik struktur mikro sambungan las dissimilar menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Proses pengelasan dilakukan pada kondisi tanpa preheating serta dengan preheating pada suhu 250°C, 300°C, dan 350°C, kemudian didinginkan secara alami di udara. Pengujian tarik dilakukan berdasarkan standar ASTM E8, sedangkan pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik pada daerah logam las dan Heat Affected Zone (HAZ). Hasil uji tarik menunjukkan bahwa spesimen tanpa preheating memiliki nilai kekuatan tarik maksimum rata-rata sebesar 254,51 MPa dan kekuatan luluh rata-rata 180,23 MPa. Penerapan preheating 250°C meningkatkan kekuatan tarik maksimum rata-rata menjadi 255,56 MPa. Nilai tertinggi diperoleh pada suhu preheating 300°C dengan kekuatan tarik maksimum rata-rata sebesar 295,43 MPa, sedangkan pada suhu 350°C diperoleh nilai sebesar 287,23 MPa. Pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa preheating mampu mengurangi gradien termal antara kedua material, menghasilkan distribusi fasa ferrite–pearlite yang lebih homogen serta penyempitan daerah HAZ. Berdasarkan hasil penelitian, suhu preheating 300°C memberikan performa mekanik sambungan las yang paling optimal.

Fields of Study & Subjects

Welding Techniques and Residual Stresses Advanced Welding Techniques Analysis Metal Alloys Wear and Properties

Publication details

Journal / source
Digilib Repository Unila (Lampung University)
Publication date
15 January 2026
Document type
Thesis