EVALUATION OF FIRE, TERMITE, AND WEATHERING RESISTANCE OF CaCO3 MINERALIZED SENGON WOOD BASED ON CaCL2–K2CO3 IMPREGNATION
Abstract
Kayu merupakan material lignoselulosa yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri berkelanjutan dan berfungsi sebagai penyimpan karbon yang berperan dalam mengurangi ketergantungan global terhadap sumber daya berbasis fosil. Di Indonesia, sekitar 85% pasokan kayu berasal dari hutan tanaman, yang menegaskan pentingnya pemanfaatan jenis kayu cepat tumbuh dalam sektor kehutanan dan industri berbasis kayu. Kayu sengon (Falcataria falcata (L.) Greuter & R. Rankin) merupakan salah satu spesies cepat tumbuh yang memiliki ketahanan dan kekuatan mekanik alami yang relatif rendah. Kondisi ini berkaitan dengan karakteristik kayu cepat tumbuh yang umumnya memiliki kerapatan rendah, stabilitas dimensi terbatas, serta daya tahan alami yang kurang baik. Peningkatan kualitas, durabilitas, dan nilai komersial kayu sengon memerlukan penerapan teknologi modifikasi material yang tepat. Tujuan penelitian ini menyelidiki karakteristik ketahanan api dan degradasi alami kayu sengon, spesies kayu tropis cepat tumbuh yang umum digunakan dalam konstruksi dan furnitur. Proses mineralisasi diterapkan untuk meningkatkan keawetan dan ketahanan kayu melalui metode impregnasi dua tahap yang bertujuan membentuk endapan kalsium karbonat (CaCO3) di dalam struktur kayu. Tahap pertama melibatkan impregnasi kayu dengan larutan kalsium klorida (CaCl2), yang diikuti oleh impregnasi kedua menggunakan larutan kalium karbonat (K2CO3) untuk menghasilkan endapan CaCO3 secara in situ. Perlakuan mineralisasi meningkatkan weight percent gain (WPG) sebesar 7% pada konsentrasi 0,5 mol/L dan 13% pada konsentrasi 1 mol/L, disertai peningkatan kekasaran permukaan yang menunjukkan perubahan mikrostruktur akibat deposisi CaCO3. Uji bakar menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan kontrol pada kedua konsentrasi, namun efektivitasnya menurun setelah proses weathering yang diduga disebabkan oleh leaching mineral. Proses leaching tersebut juga menyebabkan kegagalan uji ketahanan rayap, mengingat CaCO3 bersifat tidak toksik dan mudah terlepas dari kayu selama paparan cuaca. Sebaliknya, sampel termineralisasi menunjukkan peningkatan stabilitas warna dengan nilai ?E yang lebih rendah dan lebih stabil. Nilai elastisitas dinamis kayu juga cenderung lebih stabil selama proses weathering, yang mengindikasikan bahwa endapan mineral tetap berkontribusi terhadap penguatan struktur internal kayu meskipun sebagian mineral mengalami leaching, berbeda dengan kayu kontrol yang menunjukkan penurunan bertahap. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan potensi mineralisasi CaCO3 sebagai pendekatan modifikasi kayu yang efektif untuk meningkatkan ketahanan api, stabilitas warna, dan kinerja mekanis kayu sengon.
Fields of Study & Subjects
Wood Treatment and Properties
Flame retardant materials and properties
Building materials and conservation
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis