Gender Roles in the Utilization of Pohpohan (Pilea melastomoides) in Tamansari Village, Tamansari District, Bogor Regency
Abstract
Budidaya pohpohan (Pilea melastomoides) dalam sistem agroforestri berbasis damar merupakan sumber penghidupan utama masyarakat Desa Tamansari di Zona Tradisional Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan dikelola melalui skema kemitraan konservasi. Meskipun skema ini bertujuan mendukung keberlanjutan ekologi sekaligus kesejahteraan masyarakat, belum diketahui bagaimana pembagian peran gender, pola akses dan kontrol terhadap sumber daya, serta distribusi manfaat ekonomi dalam sistem tersebut. Ketimpangan gender yang tidak teridentifikasi berpotensi melemahkan kesejahteraan rumah tangga dan efektivitas pengelolaan konservasi berbasis masyarakat. Penelitian ini menganalisis dinamika peran gender dalam budidaya pohpohan, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi rumah tangga petani. Metode yang digunakan yaitu mixed method dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian kerja masih tersegregasi berdasarkan gender, dengan laki-laki lebih dominan pada kegiatan produksi dan pemasaran, sementara perempuan terkonsentrasi pada kegiatan domestik dan pengolahan pascapanen. Meskipun kontribusi perempuan signifikan, akses dan kontrol mereka terhadap sumber daya strategis serta pengambilan keputusan relatif terbatas, mencerminkan adanya kendala struktural dalam tata kelola sumber daya berbasis masyarakat. Temuan penting penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga yang mampu mengintegrasikan peran produktif laki-laki dan perempuan berpotensi memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik dibandingkan rumah tangga dengan pembagian peran yang timpang. Hal ini menegaskan bahwa kesetaraan gender tidak hanya berkaitan dengan keadilan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai faktor yang meningkatkan efisiensi produksi dan ketahanan penghidupan berbasis agroforestri. Peran gender dipengaruhi oleh pendidikan, kondisi rumah tangga, serta sistem religi dan kemasyarakatan yang berkembang di masyarakat. Secara konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa kemitraan konservasi tidak bersifat netral gender dan bahwa ketimpangan dalam peran, akses, dan kontrol dapat membatasi capaian tujuan konservasi dan pembangunan penghidupan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis gender dengan manfaat ekonomi agroforestri dalam konteks komoditas spesifik di kawasan taman nasional, serta pembuktian bahwa kolaborasi gender memberikan keuntungan ekonomi nyata bagi rumah tangga petani. Oleh karena itu, integrasi perspektif gender dalam perencanaan dan pelaksanaan kemitraan konservasi menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam.
Fields of Study & Subjects
Forest Ecology and Conservation
Conservation
Biodiversity
and Resource Management
Food Security and Socioeconomic Dynamics
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis