Academic Resilience of Students with Disabilities: Analysis of Individual Factors and Social Context with a Mixed Methods Approach
Abstract
Kesadaran inklusif yang meningkat telah mendorong bertambahnya jumlah mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi, namun mereka tetap menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan kebutuhan belajar, seperti hambatan personal dan komunikasi, stigma dan penerimaan sosial, keterbatasan aksesibilitas fisik, serta kurangnya sumber daya pembelajaran. Beragam hambatan tersebut berdampak pada kesejahteraan psikologis dan performa akademik, sehingga resiliensi akademik menjadi aspek penting bagi mahasiswa disabilitas dalam menghadapi tekanan dan tuntutan studi. Dalam perspektif teori ekologi Bronfenbrenner, resiliensi akademik terbentuk melalui interaksi faktor internal individu dan faktor eksternal dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga, teman sebaya, dan institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang membentuk resiliensi akademik mahasiswa disabilitas dengan melihat pengaruh hubungan orang tua dan anak, hubungan teman sebaya, efikasi diri akademik serta persepsi mahasiswa mengenai aksesibilitas lingkungan akademik. Penelitian ini merupakan penelitian campuran dengan desain Explanatory Research Design. Pengambilan data dilakukan pada bulan Febuari hingga Mei 2025 dengan menggunakan kuesioner dan wawancara semi terstruktur. Penelitian melibatkan 155 mahasiswa disabilitas dengan hambatan penglihatan, pendengaran, dan fisik-motorik pada jenjang Diploma hingga Strata 1 di perguruan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Pengambilan sampling dilakukan secara voluntary sampling. Data yang diambil berupa karakteristik mahasiswa disabilitas, karakteristik keluarga, hubungan orang tua-anak, hubungan teman sebaya, efikasi diri akademik, dan resiliensi akademik yang merupakan data kuantitatif, serta persepsi mahasiswa disabilitas mengenai aksesibilitas lingkungan akademik di kampus mereka yang merupakan data kualitatif. Data penelitian kuantitatif diolah dan dianalisis melalui Microsoft Excel, SPSS, dan SMART-PLS. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan distribusi jawaban responden berdasarkan variabel penelitian dan kategori jenis hambatan. Analisis hubungan dilakukan melalui uji korelasi Spearman guna menilai keterkaitan antara karakteristik responden dan keluarga sebagai variabel utama. Analisis Structural Equation Modeling (SEM)-PLS diterapkan untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar variabel laten. Selanjutnya dilakukan eksplorasi peran aksesibilitas lingkungan akademik dengan efikasi diri akademik dan resiliensi akademik melalui analisis tematik dengan cara pengodean hasil transkrip wawancara. Rata-rata usia responden yang terlibat dalam penelitian ini berada pada usia 18-25 tahun (SD= 2,967; min-maks= 18-35) dengan sebaran mahasiswa dengan hambatan penglihatan (n= 36; 23,2%), hambatan pendengaran (n= 82; 52,9%), dan hambatan fisik-motorik (n= 37; 23,9%). Rata-rata usia ayah dan ibu yakni antara 40 sampai 60 tahun. Proporsi terbesar pendidikan ayah (39,4%) adalah SMA, sedangkan proporsi terbesar pendidikan ibu (40%) adalah tamatan perguruan tinggi. Sebagian besar pekerjaan ayah (27,7%) adalah pedagang/wiraswasta, dan sebagian besar profesi ibu (35,5%) adalah ibu rumah tangga. Sebanyak 24,5 persen pendapatan keluarga berada di antara 1 hingga 2 juta rupiah. Hubungan orang tua dan anak masuk dalam kategori sedang (55,7%) dengan rata-rata indeks 63,28. Proporsi terbesar hubungan teman sebaya total berada dalam kategori sedang (65,8%) dengan rata-rata indeks 66,57. Skor efikasi diri akademik menunjukkan lebih dari separuh responden berada dalam kategori sedang (69%) dengan rata-rata indeks 63,9. Tingkat Resiliensi Akademik mahasiswa disabilitas menunjukkan berada pada kategori sedang (60,6%) dengan rata-rata 67,91. Hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada hubungan orang tua-anak, hubungan teman sebaya, dan efikasi diri akademik di antara ketiga jenis hambatan mahasiswa. sedangkan pada resiliensi akademik terdapat perbedaan signifikan, dengan tingkat resiliensi tertinggi diperoleh oleh kelompok mahasiswa dengan hambatan fisik-motorik. Hasil uji SEM-PLS menunjukkan bahwa kualitas hubungan orang tua-anak memberi pengaruh terhadap hubungan teman sebaya dan resiliensi akademik mahasiswa disabilitas, namun tidak berpengaruh terhadap efikasi diri akademik. hubungan teman sebaya memiliki pengaruh signifikan baik terhadap efikasi diri akademik maupun terhadap resiliensi akademik. kemudian efikasi diri akademik memiliki pengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik. Temuan menunjukkan bahwa hubungan teman sebaya dan efikasi diri akademik menjadi prediktor tertinggi dalam memberi pengaruh terhadap peningkatan resiliensi akademik. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa aksesibilitas lingkungan akademik berperan penting dalam membentuk efikasi diri akademik dan resiliensi akademik mahasiswa disabilitas. Aksesibilitas yang baik meliputi kebijakan institusi, dukungan sosial, dan fasilitas pembelajaran adaptif yang dapat mendorong peningkatan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan akademiknya. Di perguruan tinggi dengan praktik inklusi yang kuat, mahasiswa cenderung memiliki efikasi diri tinggi, ditunjukkan dengan kemampuan mengelola proses belajar baik secara mandiri, adaptif, dan memanfaatkan layanan akademik dengan optimal. Sebaliknya, keterbatasan aksesibilitas membuat mahasiswa harus mengandalkan motivasi internal dan dukungan keluarga sebagai bentuk adaptasi terhadap minimnya dukungan lingkungan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi akademik mahasiswa disabilitas terbentuk melalui interaksi antara faktor individual dan konteks sosial, sehingga memperluas pemahaman dalam kerangka ekologi Bronfenbrenner. Kualitas hubungan keluarga dan teman sebaya, serta keyakinan diri terhadap kemampuan akademik terbukti meningkatkan resiliensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik. Selain itu, institusi pendidikan tinggi sebagai bagian dari mesosistem perlu berperan aktif tidak hanya dalam menyediakan akses fisik, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan suportif supaya mahasiswa disabilitas dapat berkembang secara optimal.
Fields of Study & Subjects
Disability Education and Employment
Student Stress and Coping
Resilience and Mental Health
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis