Analysis of Marketing, Program, and Relational Factors on Affiliate Marketer Retention in Digital Marketplaces: A Predictive Modeling Approach
Abstract
Meningkatnya biaya iklan digital di media sosial, mesin pencari, dan marketplace mendorong perusahaan untuk mencari strategi yang lebih efisien dan berbasis kinerja, seperti affiliate marketing (AM). AM adalah Sub Kanal Online berbasis kinerja yang melibatkan kerjasama antara pemilik bisnis (merchant) dan pemasar afiliasi (affiliate marketer). Meskipun AM mampu menekan biaya dan meningkatkan tingkat konversi, strategi ini masih menghadapi masalah rendahnya retensi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model retensi pemasar afiliasi marketplace Shopee dengan menganalisis pengaruh faktor pemasaran, program, dan relasional menggunakan metode kuantiatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil transaksi aktual pemasar afiliasi marketplace Shopee periode April–Juni 2025, yang dianalisis menggunakan algoritma Ordinal Random Forest (ORF) untuk mengevaluasi pengaruh individual variabel, pola interaksi, dan titik optimum retensi. Sampel kuantitatif terdiri dari 11.713 pemasar afiliasi dengan variabel inti penelitian meliputi demografi follower, jmlah follower, media sosial, fokus kategori, jumlah klik, persentase komisi, Return of Investment (ROI) dan Golden Ticks yang mencerminkan faktor pemasaran, program, dan relasional. Selain data kuantitatif yang digunakan untuk pemodelan retensi, penelitian ini juga dilengkapi dengan wawancara terbatas terhadap lima narasumber, terdiri dari pemasar afiliasi aktif, merchant, dan konsumen. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman kontekstual mengenai dinamika retensi dalam program afiliasi di marketplace Shopee. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan pendekatan eksploratif, dan hasilnya disajikan dalam bentuk temuan tematik dan kutipan naratif sebagai pelengkap terhadap hasil model kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase komisi, jumlah klik, dan ROI merupakan prediktor terkuat retensi, dengan titik optimum berturut-turut pada 23,3%, >10.000–100.000 klik per bulan, dan ROI 91.4 kali. Temuan empiris menunjukkan bahwa retensi afiliasi tidak hanya ditentukan oleh satu faktor tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor pemasaran, faktor program, dan faktor relasional. Oleh karena itu, pengelolaan program afiliasi tidak dapat lagi dilakukan secara parsial atau reaktif, melainkan harus berbasis data, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang. Hasil ini sejalan dengan hasil pengayaan secara kualitatif bahwa strategi berbasis insentif finansial tetap penting, tetapi tidak cukup untuk mempertahankan afiliasi berkinerja tinggi dalam jangka panjang. Platform perlu mengkombinasikan insentif finansial dengan dukungan emosional dan pengakuan sosial, seperti pemberian penghargaan eksklusif, akses prioritas ke kampanye tertentu, atau keterlibatan dalam program co-creation konten.
Fields of Study & Subjects
Digital Marketing and Social Media
Customer churn and segmentation
Customer Service Quality and Loyalty
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID