Orasi Ilmiah: Sarjana sebagai Agen dan Katalis Perubahan Sosial
Abstract
Orasi ilmiah ini membahas peran sarjana sebagai agen sekaligus katalis perubahan sosial dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk dan dinamis. Sarjana diposisikan tidak hanya sebagai individu berpengetahuan, tetapi sebagai aktor sosial yang memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong perubahan yang berorientasi pada kemaslahatan. Orasi ini menegaskan bahwa perubahan sosial tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan agen sosial, melainkan juga oleh struktur ekonomi, budaya, kebijakan, dan relasi kekuasaan, sehingga menuntut peran strategis sarjana sebagai katalis perubahan. Mengacu pada kerangka Waddock, peran katalitik sarjana dijelaskan melalui tiga fungsi utama, yaitu connecting, cohering, dan amplifying, yang memungkinkan sarjana menjembatani ilmu dan praktik, menyelaraskan nilai dan tujuan bersama, serta memperluas dampak perubahan sosial. Selain itu, orasi ini menekankan pentingnya kemampuan sarjana dalam memetakan kolaborator dan memaknai kompetitor secara etis, dengan mengarahkan energi pada pengembangan diri dan peningkatan mutu kontribusi, bukan pada upaya saling menghambat. Dalam perspektif psikologi dan keislaman, khususnya maqāṣid syarī‘ah ḥifẓ al-‘aql, orasi ini menegaskan bahwa pembentukan habit of mind—berpikir kritis, reflektif, empatik, dan berbasis bukti—merupakan fondasi penting bagi kontribusi sarjana dalam perubahan sosial. Orasi ini menutup dengan penegasan bahwa menjadi sarjana tidak menjamin kemapanan material, namun memberikan bekal intelektual dan moral untuk berperan secara kontributif, berkeadaban, dan berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan manusiawi.
Fields of Study & Subjects
Service-Learning and Community Engagement
University Challenges and Reforms
Engineering Education and Global Impact
Publication details
- Journal / source
- Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
- Publication date
- 1 February 2026
- Language
- ID