UJI KARATERISTIK PERPINDAHAN PANAS STEARIC ACID PADA ALAT PENUKAR KALOR UNTUK APLIKASI SOLAR WATER HEATER

Authors: JAYA AGUM RIAWAN
Cited by: 0

Abstract

Energi matahari merupakan sumber energi terbarukan yang potensial untuk dimanfaatkan pada sistem solar water heater (SWH). Namun, kinerja SWH sangat dipengaruhi oleh fluktuasi intensitas radiasi matahari akibat perubahan cuaca. Untuk meningkatkan kestabilan dan efisiensi sistem, digunakan Phase Change Material (PCM) sebagai media penyimpan energi termal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perpindahan panas stearic acid sebagai PCM pada alat penukar kalor tipe shell and tube serta menentukan waktu yang dibutuhkan PCM dalam proses perubahan fasa. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan alat penukar kalor shell and tube yang diposisikan horizontal. Stearic acid digunakan sebagai PCM, sedangkan air berfungsi sebagai fluida pemanas dan pendingin. Variasi debit aliran air yang digunakan yaitu 8 L/menit, 10 L/menit, dan 12 L/menit dengan temperatur masuk air panas sebesar 80 °C. Parameter yang dianalisis meliputi temperatur PCM dan fluida, laju perpindahan panas, energi yang diserap dan dilepaskan PCM, serta waktu pemanasan dan pendinginan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi debit aliran fluida berpengaruh signifikan terhadap laju perpindahan panas dan waktu perubahan fasa stearic acid. Stearic acid terbukti mampu menyimpan dan melepaskan energi panas secara efektif pada rentang suhu kerja SWH, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi dan kontinuitas suplai air panas. Dengan demikian, stearic acid layak digunakan sebagai PCM pada aplikasi solar water heater. Kata kunci: Solar Water Heater, Phase Change Material, Stearic Acid, Shell and Tube, Perpindahan Panas.

Fields of Study & Subjects

Phase Change Materials Research Solar Thermal and Photovoltaic Systems Adsorption and Cooling Systems

Publication details

Journal / source
Digilib Repository Unila (Lampung University)
Publication date
21 January 2026
Document type
Thesis