Analysis of Income and Sustainability of Arabica Coffee Farming in Sukawangi Village Bogor

Authors: Amelia Febriana
Cited by: 0

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian strategis yang berperan penting dalam perdagangan internasional dengan permintaan global yang terus meningkat setiap tahunnya. Indonesia, sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, memiliki peluang besar untuk mengembangkan sistem pertanian kopi yang unggul. Namun, sektor kopi global saat ini dihadapkan pada tantangan berat berupa volatilitas harga, krisis iklim, serta kesenjangan produktivitas dan pendapatan petani. Menurut laporan International Coffee Organization (ICO 2024), diperlukan investasi global sebesar USD 256,2 juta hingga lebih dari USD 1 miliar per tahun untuk meningkatkan ketahanan iklim dan keadilan nilai dalam rantai pasok. Kondisi ini menuntut adanya perubahan sistem produksi melalui pendekatan prinsip keberlanjutan pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis persepsi keberlanjutan petani kopi arabika, 2) menganalisis pendapatan rumah tangga petani dalam rangka keberlanjutan kopi Arabika di Desa Sukawangi dan 3) menganalisis status keberlanjutan pertanian kopi arabika di Desa Sukawangi, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 40 petani sebagai responden di Desa Sukawangi secara purposive. Analisis data mencakup analisis skala Likert dan deskripsi kualitatif untuk persepsi, analisis pendapatan R/C rasio untuk aspek ekonomi, serta analisis keberlanjutan Multidimensional Scaling (MDS). Uji sensitivitas juga dilakukan melalui analisis Monte Carlo untuk menjamin kestabilan indeks keberlanjutan yang dihasilkan. Studi ini menjawab tiga tujuan utama. Pertama, petani memiliki persepsi sangat positif terhadap aspek keberlanjutan yang mengacu pada standar pertanian organik SNI 6729:2016 dengan rata-rata skor 3,54 (Kategori Sangat Setuju). Tingginya persepsi ini didorong oleh kesadaran lingkungan (skor 3,65) dan keyakinan bahwa praktik berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas panen serta nilai jual di pasar premium. Kedua, analisis ekonomi menunjukkan bahwa usahatani kopi arabika memberikan keuntungan finansial yang signifikan dengan total profit riil kelompok mencapai Rp1.499.010.080. Nilai R/C rasio sebesar 2,29 membuktikan kelayakan usahatani yang valid, di mana setiap pengeluaran Rp1,00 menghasilkan penerimaan Rp2,29, sehingga petani memiliki kapasitas modal untuk pemeliharaan intensif sesuai standar Good Agricultural Practices (GAP). Ketiga, status keberlanjutan multidimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan indeks median 65,33. Dimensi teknologi mencatat skor tertinggi (78,85) diikuti dimensi sosial (73,41) dan ekologi (72,99). Namun, dimensi ekonomi (49,87) dan kelembagaan (51,54) menunjukkan nilai terendah yang memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini menawarkan strategi bagi pihak terkait guna menjamin keberlanjutan pertanian kopi di masa depan. Pemerintah perlu memfasilitasi penguatan kelembagaan kelompok tani dan memperluas akses pasar guna meningkatkan posisi tawar petani. Selain itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan dalam standarisasi organik agar tren pendapatan positif yang ada saat ini dapat dipertahankan secara konsisten. Analisis Monte Carlo yang menunjukkan perbedaan nilai sangat kecil dibandingkan MDS menegaskan bahwa model kebijakan yang diusulkan dalam penelitian ini memiliki reliabilitas yang tinggi untuk diterapkan.

Fields of Study & Subjects

Sustainable Agricultural Systems Analysis Agriculture and Agroindustry Studies Agricultural Innovations and Practices

Publication details

Journal / source
IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
Publication date
1 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis