Pine Resin Derivative Product Business Development Strategy as a Non-Timber Forest Product in Tapping Farmer Groups in West Sumatra Province
Abstract
Pembangunan ekonomi nasional dan daerah pada sektor kehutanan sejalan dengan amanah pemerintah yang tertuang pada PermenLHK No. P- 83/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2016 bahwa pengelolaan hutan sebagai sektor hulu harus berwawasan ekosistem hutan lestari dan mengedepankan partisipasi masyarakat. Sektor pertanian dimana termasuk subsektor kehutanan merupakan kontributor utama PDRB Provinsi Sumatera Barat. Wilayah dengan luas hutan 1.521.195 Ha memiliki potensi produksi HHBK getah pinus yang besar. Untuk itu, usaha pemanfaatan getah pinus yang telah berlangsung perlu ditingkatkan menjadi usaha pengolahan dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat petani hutan dan ekonomi daerah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: 1) Mengindentifikasi keadaan usaha pemanfaatan HHBK getah pinus, 2) Menganalisis kelayakan usaha pengolahan produk derivatif getah pinus, 3) Menganalisis faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pengembangan usaha produk derivatif getah pinus, dan 4) Merumuskan strategi pengembangan usaha produk derivatif getah pinus di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada narasumber ahli serta petani, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data sekunder didapatkan dari informasi yang dipublikasikan oleh instansi terkait, serta kajian pustaka dan dokumen yang relevan. Untuk menganalisis data, digunakan metode analisis deskriptif, matriks IFE, EFE dan IE, Analisis SWOT, serta Analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukan nilai analisa kelayakan usaha layak dijalankan dengan NPV 10.090.058.000 dan IRR sebesar 55%. Hasil analisis switching value diperoleh bahwa proyek tidak layak dilakukan jika terjadi kenaikan harga bahan sebesar 9,95%, penurunan harga jual sebesar 12,225% dan penurunan kapasitas sebesar 55,10%. Hasil kelayakan non finansial diperoleh bahwa keberadaan agroforestry pemanfaatan getah pinus yang saat ini berlangsung di Provinsi Sumbar secara nyata telah memberikan dampak ekonomi berupa penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat di sekitar hutan dan tidak memberikan dampak kerusakan lingkungan hutan. Berdasarkan pada faktor internal (2,70) dan faktor eksternal (2,76) pengembangan usaha produk derivatif getah pinus di Provinsi Sumbar berada pada kuadran V menandakan bahwa strategi yang tepat untuk diterapkan adalah mempertahankan dan memelihara. Analisis SWOT menghasilkan strategi S-O memiliki skor tertinggi (3,62), strategi S-T memiliki skor (3,04). Berdasarkan analisis QSPM, strategi terbaik yang harus dilakukan saat ini adalah diversifikasi produk getah pinus untuk meningkatkan nilai tambah mendapatkan nilai TAS tertinggi (6,78). Ini mengindikasikan bahwa dengan pengembangan usaha produk derivatif getah pinus di Provinsi Sumatera Barat akan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan dan berdampak besar pada ekonomi lokal.
Fields of Study & Subjects
Agriculture and Agroindustry Studies
Forest Ecology and Conservation
Agricultural and Food Sciences
Publication details
- Journal / source
- IPB Scientific Repository (Bogor Agricultural University.)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis