DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA DI AUSTRALIA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Abstract
Diplomasi budaya merupakan bentuk diplomasi yang menggunakan unsur- unsur kebudayaan sebagai alat untuk membangun citra positif dan memperkuat hubungan bilateral antarnegara. Pandemi telah mengubah cara diplomasi diplomasi budaya Indonesia dijalankan di Australia yang sebelumnya bersifat langsung menjadi berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diplomasi budaya Indonesia di Australia pada masa pandemi, dengan fokus pada empat elemen menurut Simon Mark yaitu aktor, tujuan, kegiatan dan audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis data sekunder dan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Teknik analisis penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu kondensaasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan berdasarkan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi budaya Indonesia di Australia mencakup empat elemen diplomasi budaya menurut Simon Mark. Pertama, aktor dalam diplomasi budaya meliputi KBRI, KJRI Kementerian Luar Negeri serta diaspora Indonesia dan komunitas yang berperan sebagai duta budaya informal. Kedua, tujuan diplomasi budaya ini yaitu peningkatan kerjasama dan promosi budaya, membangun citra positif dan memeperkuat hubungan people to people serta meningkatkan ekonomi kreatif. Kegiatan diplomasi budaya mencakup pertunjukan seni dan pemutaran film virtual, festival virtual, webinar serta promosi budaya melalui media digital. Keempat, audiens diplomasi budaya Indonesia yaang ditargetkan mencakup pelajar, mahasiswa, masyarakat umum Australia dan komunitas seni Australia. Kata Kunci: Diplomasi Budaya, Indonesia, Australia, Pasca pandemi Cultural diplomacy is a form of diplomacy that utilizes cultural elements as a means to build a positive image and strengthen bilateral relations between countries. The pandemic has changed the way Indonesia’s cultural diplomacy is conducted in Australia, shifting from direct, in-person interactions to digital-based activities. This study aims to examine Indonesia’s cultural diplomacy in Australia during the pandemic, focusing on four elements proposed by Simon Mark: actors, objectives, activities, and audiences. The research employs a qualitative descriptive method using secondary data, with data collection conducted through literature review. The data analysis technique follows three stages based on Miles and Huberman: data condensation, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that Indonesia’s cultural diplomacy in Australia encompasses the four elements of cultural diplomacy as proposed by Simon Mark. First, the actors in cultural diplomacy include the Indonesian Embassy, Consulate General, Ministry of Foreign Affairs, and the Indonesian diaspora, who serve as informal cultural ambassadors. Second, the objectives of this cultural diplomacy are to enhance cooperation and cultural promotion, build a positive national image, strengthen people-to-people relations, and boost the creative economy. Third, cultural diplomacy activities include virtual art performances and film screenings, virtual festivals, webinars, and cultural promotion through digital media. Fourth, the target audiences of Indonesia’s cultural diplomacy include students, university students, the general Australian public, and the Australian arts community. Keywords: Cultural Diplomacy, Indonesia, Australia, Post-pandemic
Fields of Study & Subjects
International Relations and Foreign Policy
History
Culture
and Diplomacy
Historical Influence and Diplomacy
Publication details
- Journal / source
- Digilib Repository Unila (Lampung University)
- Publication date
- 15 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis