Konsep pengelolaan al-shadr dalam Al-Qur’an dan relevansinya terhadap kesehatan mental

Authors: Moh Fahmi Ilman Nafia, Achmad Khudori Soleh
Cited by: 0

Abstract

Konsep Al-Shadr dalam Al-Qur'an merupakan kajian mendalam tentang aspek spiritual yang menjembatani dimensi fisik dan rohani manusia. Dimensi ini menjadi pusat penerimaan hidayah dan ketenangan batin. Al-Qur’an menggambarkan bahwa Al-Shadr dapat mencerminkan kondisi spiritual dan psikologis seseorang dalam relasinya dengan iman, pengetahuan, dan petunjuk Allah. Penelitian ini bertujuan untuk membedah konsep pengelolaan Al-Shadr dalam perspektif Al-Qur'an. Menggunakan metode penelitian pustaka, studi ini menganalisis berbagai sumber literatur termasuk buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Al-Shadr memiliki beberapa variasi kata dengan makna yang berbeda: Shadran (keterbukaan hati), Shadrahu (kelapangan dada untuk menerima Islam), Shadraka (melapangkan dada dan mengisinya dengan iman), Shadri (doa untuk kelapangan dada), al-Shudur (pengetahuan Allah tentang isi dada), Shudurihim (pencabutan hal-hal dalam hati), dan Shudurikum (isi hati/dada). (2) Al-Shadr memiliki tiga fungsi utama yakni kelapangan dada, fungsi pemahaman, dan wadah rahasia (3) Pengelolaan Al-Shadr dalam Al-Qur'an mencakup mencakup lima aspek: memohon kelapangan, pembersihan, menjaga keimanan, menenangkan dengan dzikir, dan melindungi dari bisikan setan. Kontribusi penelitian ini dengan menyajikan kerangka konseptual pengelolaan Al-Shadr yang sistematis berdasarkan klasifikasi variasi makna dan fungsinya, sekaligus memberikan landasan teologis untuk pengembangan metode pembinaan spiritual berbasis Al-Qur'an.

Fields of Study & Subjects

Qur’anic Interpretation Studies Religion Spirituality and Psychology Islamic Thought and Society Studies

Publication details

Journal / source
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Publication date
31 January 2026
Language
ID