HUBUNGAN KOMUNIKASI ORANG TUA TERKAIT SEKSUALITAS DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI SMA N 6 PADANG
Abstract
Kehamilan remaja usia 15–19 tahun di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi, dengan angka kejadian sebesar 48 per 1.000 remaja atau setara 4,8 % menurut Survei Badan Pusat Statistik tahun 2022, yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pendampingan serta komunikasi orang tua terkait seksualitas dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan komunikasi orang tua terkait seksualitas dengan perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 6 Padang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Negeri 6 Padang dengan sampel 261 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Sexual Communication Scale dan kuesioner perilaku seksual berisiko yang disebarkan secara daring melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki komunikasi orang tua terkait seksualitas tinggi sebesar 52,9% dan perilaku seksual tidak berisiko sebesar 57,1%. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara komunikasi orang tua terkait seksualitas dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p = 0,000. Penelitian merekomendasikan pengembangan intervensi keterampilan hidup berbasis sekolah melalui kegiatan PIK-R atau layanan bimbingan konseling dengan fokus Parents Matter Program bagi remaja sekolah.
Fields of Study & Subjects
Adolescent Sexual and Reproductive Health
Adolescent Health and Behaviors
Sexuality
Behavior
and Technology
Publication details
- Journal / source
- Andalas University eThesis (Andalas University)
- Publication date
- 29 January 2026
- Language
- EN
- Document type
- Thesis