PEMANFAATAN ATRAKTAN DARI JENIS FERMENTASI ALAMI YANG BERBEDA PADA STICKY TRAP TERHADAP KEPADATAN NYAMUK Aedes aegypti

Authors: Nainggolan Martina Widia Br
Cited by: 0

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan. Pengendalian nyamuk yang ramah lingkungan menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi penggunaan insektisida kimia yang berdampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kepadatan nyamuk Aedes aegypti dalam sticky trap pada beberapa jenis atraktan fermentasi alami dengan lokasi berbeda. Penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan nyamuk Aedes aegypti yang paling banyak ditemukan pada atraktan fermentasi singkong dengan gula putih, dengan jumlah kepadatan sebesar 28 ekor, diikuti atraktan kulit pisang kepok dengan gula putih sebesar 19 ekor, jumlah kepadatan yang paling rendah dalam menarik nyamuk atraktan air kelapa muda dengan gula putih yaitu 11 ekor. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan atraktan berbahan dasar fermentasi alami mampu meningkatkan daya tarik nyamuk Aedes aegypti terutama pada atraktan dengan fermentasi kulit pisang, air kelapa muda dan singkong. Kata kunci: Aedes aegypti, atraktan alami, fermentasi, sticky trap, DBD. Aedes aegypti mosquitoes are the main vectors of dengue hemorrhagic fever (DHF), which remains a health problem in Indonesia, including in the Sidomulyo subdistrict of South Lampung. Environmentally friendly mosquito control is urgently needed to reduce the use of chemical insecticides, which have negative impacts. This study aims to determine the density of Aedes aegypti mosquitoes in sticky traps using several types of natural fermentation attractants in different locations. This study is experimental in nature, using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates. The results showed that the highest density of Aedes aegypti mosquitoes was found in cassava fermentation attractants with white sugar, with a density of 28 mosquitoes, followed by kepok banana peel attractants with white sugar at 19 mosquitoes. The lowest density of mosquitoes attracted was found in young coconut water attractants with white sugar, at 11 mosquitoes. From this study, it can be concluded that the use of attractants made from natural fermentation can increase the attractiveness of Aedes aegypti mosquitoes, especially attractants made from fermented banana peel, young coconut water, and cassava. Keywords: Aedes aegypti, natural attractants, fermentation, sticky traps, dengue hemorrhagic fever.

Fields of Study & Subjects

Insect Pheromone Research and Control Dengue and Mosquito Control Research Mosquito-borne diseases and control

Publication details

Journal / source
Digilib Repository Unila (Lampung University)
Publication date
29 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis