AKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK ETANOL LAMUN (Enhalus acoroides) DI PERAIRAN RINGGUNG MELALUI UJI BSLT DAN SITOTOKSISITAS IN VITRO PADA SEL KANKER MELANOMA B16F10

Authors: Nugraha M. Aqwam
Cited by: 0

Abstract

Kanker melanoma B16F10 merupakan jenis kanker kulit mencit yang bersifat agresif dengan tingkat mortalitas tinggi. Salah satu upaya pengembangan terapi alternatif dilakukan melalui eksplorasi senyawa bioaktif dari biota laut, termasuk Enhalus acoroides. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder, menguji toksisitas awal dengan menentukan nilai LC50, dan menganalisis aktivitas sitotoksisitas ekstrak etanol Enhalus acoroides terhadap sel kanker melanoma B16F10 dengan menentukan nilai IC50 dan viabilitas sel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam konsentrasi perlakuan 62,5–2000 ppm. Ekstrak etanol lamun (Enhalus acoroides) dilakukan skrining fitokimia untuk melihat senyawa bioaktif sebagai kandidat antikanker. Uji toksisitas senyawa ekstrak etanol Enhalus acoroides menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan uji sitotoksik in vitro menggunakan metode WST-8. Berdasarkan data sekunder uji Fitokimia, ekstrak etanol Enhalus acoroides mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan fenolik. Ekstrak etanol lamun Enhalus acoroides memiliki nilai LC50 248.801 ppm yang memiliki aktivitas toksik sedang. Uji sitotoksik terhadap sel kanker melanoma B16F10 dengan ekstrak etanol Enhalus acoroides memiliki nilai IC50 591 ppm yang memiliki aktivitas toksik lemah pada sel melanoma B16F10. Kata kunci: Enhalus acoroides, BSLT, WST-8, melanoma B16F10, antikanker

Fields of Study & Subjects

Seaweed-derived Bioactive Compounds Phytochemical Studies and Bioactivities Marine Sponges and Natural Products

Publication details

Journal / source
Digilib Repository Unila (Lampung University)
Publication date
22 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis