KARAKTERISTIK KESTABILAN TERMAL PALMITIC ACID SEBAGAI MATERIAL BERUBAH FASA UNTUK ENERGI TERMAL
Abstract
Palmitic acid merupakan salah satu turunan minyak kelapa sawit yang berpotensi digunakan sebagai phase change material (PCM) untuk penyimpanan energi termal karena memiliki titik leleh yang sesuai dan panas laten yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan karakteristik termal palmitat setelah mengalami siklus pelelehan dan pembekuan berulang. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode T-history, Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan pengujian densitas hingga 600 siklus. Hasil pengujian T-history menunjukkan bahwa temperatur leleh palmitat mengalami kenaikan dari sekitar 75,2 °C pada siklus awal menjadi 78,3 °C pada siklus ke-600, sedangkan temperatur beku meningkat dari sekitar 40,2 °C menjadi 44,2 °C. Pengujian DSC menunjukkan temperatur puncak pelelehan sebesar 61,65 °C dengan panas laten 231,17 J/g pada siklus 0, dan menurun sedikit sekitar 228–229 J/g setelah 200 siklus. Pada proses pembekuan, panas laten tercatat sebesar 237,87 J/g pada siklus awal dan menurun secara tidak signifikan setelah siklus berulang. Hasil pengujian densitas menunjukkan perubahan kerapatan yang relatif kecil pada siklus 0, 200, 400, dan 600, sehingga tidak mempengaruhi kinerja termal material secara signifikan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa palmitat memiliki kestabilan termal yang baik dan tetap layak digunakan sebagai material penyimpan energi termal meskipun telah mengalami siklus termal berulang hingga 600 siklus. Kata kunci: Palmitic Acid, Phase Change Material, Kestabilan Termal, T-History, DSC, Penyimpanan Energi Termal.
Fields of Study & Subjects
Phase Change Materials Research
Food Chemistry and Fat Analysis
Adsorption and Cooling Systems
Publication details
- Journal / source
- Digilib Repository Unila (Lampung University)
- Publication date
- 26 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis