IDENTITAS SOSIAL MANUSIA SILVER DEWASA DALAM KAJIAN SOSIOLOGI: STUDI DI KOTA BANDAR LAMPUNG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk performa manusia silver di ruang publik Kota Bandar Lampung, menganalisis proses pembentukan identitas sosialnya, serta mengkaji representasi identitas tersebut melalui perspektif dramaturgi Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap manusia silver dewasa yang beraktivitas di beberapa titik perempatan jalan di Kota Bandar Lampung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia silver menampilkan performa tubuh melalui gestur, pose statis menyerupai patung hidup, serta penggunaan cat perak dan kostum sebagai simbol visual untuk menarik perhatian pengguna jalan. Identitas sosial mereka terbentuk melalui proses interaksi sosial yang ditandai oleh dinamika penerimaan dan penolakan masyarakat, serta pengalaman kolektif antar sesama pelaku. Dalam perspektif dramaturgi, manusia silver membagi peran antara panggung depan (front stage) saat beraksi di ruang publik dan panggung belakang (back stage) saat berada di luar pertunjukan, serta menerapkan praktik impression management untuk mengelola kesan di hadapan audiens. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dari pemerintah daerah dalam memandang keberadaan manusia silver sebagai bagian dari dinamika sosial perkotaan, serta perlunya kebijakan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi yang melatarbelakanginya. Kata Kunci: Manusia Silver, Ruang Publik, Identitas Sosial, Dramaturgi, Masyarakat Urban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk performa manusia silver di ruang publik Kota Bandar Lampung, menganalisis proses pembentukan identitas sosialnya, serta mengkaji representasi identitas tersebut melalui perspektif dramaturgi Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap manusia silver dewasa yang beraktivitas di beberapa titik perempatan jalan di Kota Bandar Lampung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia silver menampilkan performa tubuh melalui gestur, pose statis menyerupai patung hidup, serta penggunaan cat perak dan kostum sebagai simbol visual untuk menarik perhatian pengguna jalan. Identitas sosial mereka terbentuk melalui proses interaksi sosial yang ditandai oleh dinamika penerimaan dan penolakan masyarakat, serta pengalaman kolektif antar sesama pelaku. Dalam perspektif dramaturgi, manusia silver membagi peran antara panggung depan (front stage) saat beraksi di ruang publik dan panggung belakang (back stage) saat berada di luar pertunjukan, serta menerapkan praktik impression management untuk mengelola kesan di hadapan audiens. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dari pemerintah daerah dalam memandang keberadaan manusia silver sebagai bagian dari dinamika sosial perkotaan, serta perlunya kebijakan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi yang melatarbelakanginya. Kata Kunci: Manusia Silver, Ruang Publik, Identitas Sosial, Dramaturgi, Masyarakat Urban.
Fields of Study & Subjects
Arts and Performance Studies
Cultural Identity and Representation
Urban and sociocultural dynamics
Publication details
- Journal / source
- Digilib Repository Unila (Lampung University)
- Publication date
- 28 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis