IDENTITAS SOSIAL MANUSIA SILVER DEWASA DALAM KAJIAN SOSIOLOGI: STUDI DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Authors: MANULLANG LADESTI MARIA FRANSISKA
Cited by: 0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk performa manusia silver di ruang publik Kota Bandar Lampung, menganalisis proses pembentukan identitas sosialnya, serta mengkaji representasi identitas tersebut melalui perspektif dramaturgi Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap manusia silver dewasa yang beraktivitas di beberapa titik perempatan jalan di Kota Bandar Lampung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia silver menampilkan performa tubuh melalui gestur, pose statis menyerupai patung hidup, serta penggunaan cat perak dan kostum sebagai simbol visual untuk menarik perhatian pengguna jalan. Identitas sosial mereka terbentuk melalui proses interaksi sosial yang ditandai oleh dinamika penerimaan dan penolakan masyarakat, serta pengalaman kolektif antar sesama pelaku. Dalam perspektif dramaturgi, manusia silver membagi peran antara panggung depan (front stage) saat beraksi di ruang publik dan panggung belakang (back stage) saat berada di luar pertunjukan, serta menerapkan praktik impression management untuk mengelola kesan di hadapan audiens. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dari pemerintah daerah dalam memandang keberadaan manusia silver sebagai bagian dari dinamika sosial perkotaan, serta perlunya kebijakan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi yang melatarbelakanginya. Kata Kunci: Manusia Silver, Ruang Publik, Identitas Sosial, Dramaturgi, Masyarakat Urban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk performa manusia silver di ruang publik Kota Bandar Lampung, menganalisis proses pembentukan identitas sosialnya, serta mengkaji representasi identitas tersebut melalui perspektif dramaturgi Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap manusia silver dewasa yang beraktivitas di beberapa titik perempatan jalan di Kota Bandar Lampung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia silver menampilkan performa tubuh melalui gestur, pose statis menyerupai patung hidup, serta penggunaan cat perak dan kostum sebagai simbol visual untuk menarik perhatian pengguna jalan. Identitas sosial mereka terbentuk melalui proses interaksi sosial yang ditandai oleh dinamika penerimaan dan penolakan masyarakat, serta pengalaman kolektif antar sesama pelaku. Dalam perspektif dramaturgi, manusia silver membagi peran antara panggung depan (front stage) saat beraksi di ruang publik dan panggung belakang (back stage) saat berada di luar pertunjukan, serta menerapkan praktik impression management untuk mengelola kesan di hadapan audiens. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dari pemerintah daerah dalam memandang keberadaan manusia silver sebagai bagian dari dinamika sosial perkotaan, serta perlunya kebijakan yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi yang melatarbelakanginya. Kata Kunci: Manusia Silver, Ruang Publik, Identitas Sosial, Dramaturgi, Masyarakat Urban.

Fields of Study & Subjects

Arts and Performance Studies Cultural Identity and Representation Urban and sociocultural dynamics

Publication details

Journal / source
Digilib Repository Unila (Lampung University)
Publication date
28 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis