PERBEDAAN TINGKAT NYERI PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA METODE ENHANCED RECOVERY AFTER CAESAREAN SURGERY (ERACS) DAN METODE KONVENSIONAL DI RUMAH SAKIT HERMINA ARCAMANIK

Authors: SONY DARMAWAN, DARMAWAN, SONY 220010034
Cited by: 0

Abstract

Sectio Caesarea merupakan Tindakan bedah yang sering menimbulkan nyeri pasca operasi; protocol Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) dikembangkan untuk mengoptimalkan pemulihan dan control nyeri. Tujuan: Menganalisis perbedaan Tingkat nyeri pasca SC antara metode ERACS dan metode Konvensional di RS Hermina Arcamanik. Metode: studi Cross Sectional pada 116 ibu (58 ERACS; 58 Konvensional) di rawat inap Obgyn, September-Oktober 2025. Intensitas nyeri dinilai pada 12-48 jam pasca operasi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Uji Mann Whitney digunakan untuk membandingkan Tingkat nyeri antar kelompok. Hasil: kelompok ERACS menunjukkan proporsi nyeri ringan lebih tinggi (75,9%) dibanding konvensional (29,3%); nyeri sedang 20,7% pada ERACS dan 53,4% pada konvensional; nyeri berat 3,4% pada ERACS dan 17,2% pada konvensional. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna Tingkat nyeri antara ERACS dan konvensional (p=0,001). Kesimpulan: Penerapan ERACS terbukti menurunkan intensitas nyeri dalam 12-48 jam pertama pasca SC dibandingkan metode konvensional, sehingga mendukung pemulihan yang lebih baik dan dapat direkomendasikan sebagai standar tata laksana perioperatif SC. Kata Kunci: Sectio Caesarea, ERACS, Nyeri Pasca Operasi, Numeric Rating Scale.

Fields of Study & Subjects

Enhanced Recovery After Surgery Anesthesia and Pain Management Maternal and Perinatal Health Interventions

Publication details

Journal / source
Universitas Pasundan institutional repositories & scientific journals (Universitas Pasundan)
Publication date
12 January 2026
Language
EN
Document type
Thesis