IMPLEMENTASI URBAN FARMING DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Authors: SAWAYA NEDIA
Cited by: 0

Abstract

Upaya pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah perkotaan menuntut adanya kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Pemerintah Kota Bandar Lampung mengembangkan program Urban Farming sebagai strategi penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Urban Farming di Kota Bandar Lampung serta tantangan yang memengaruhinya dengan menggunakan model implementasi kebijakan Jan Merse. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program, yang tercermin dari partisipasi aktif warga dalam pembentukan kelompok, penyediaan lahan secara swadaya, dan kontribusi tenaga. Namun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi tantangan pada aspek pembagian potensi dan isi kebijakan, di mana alokasi anggaran rutin masih terbatas, pendampingan teknis belum merata, serta koordinasi antarinstansi yang masih bersifat parsial. Selain itu, informasi kebijakan lebih menekankan pada substansi kegiatan dibandingkan sosialisasi identitas program secara formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan urban farming sangat bergantung pada kekuatan kohesi internal kelompok masyarakat dan sinergi yang konsisten antara pemerintah daerah dengan komunitas lokal untuk menjamin keberlanjutan program. Kata Kunci: Pertanian Perkotaan, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Masyarakat, Ruang Terbuka Hijau, Bandar Lampung.

Fields of Study & Subjects

Urban Agriculture and Sustainability Public Administration in Developing Nations Agricultural Development and Management

Publication details

Journal / source
Digilib Repository Unila (Lampung University)
Publication date
29 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis