DEFORMASI PERKERASAN LENTUR PADA TANAH LUNAK AKIBAT KADAR AIR: STUDI VALIDASI MODEL NUMERIK DENGAN PLAXIS 2D

Read full text
Authors: Yonas Prima Arga Rumbyarso, P. (Pratikso) Pratikso, Rifqi Brilyant Arief
Cited by: 0

Abstract

Tanah lunak di Kecamatan Telukjambe Barat dan Tempuran, Karawang, didominasi mineral lempung aktif dengan sensitivitas tinggi terhadap perubahan kadar air. Peningkatan kadar air dari 0% hingga 53% secara konsisten meningkatkan deformasi, lendutan, regangan, dan tegangan tanah. Deformasi laboratorium mencapai 0,281 microstrain pada kadar air 19%, sedangkan lendutan maksimum berkisar 0,196–0,197 mm pada kadar air 53%. Hal ini menunjukkan daya dukung rendah dan deformabilitas tinggi, sehingga tanah di lokasi penelitian tergolong bermasalah dan rentan terhadap beban lalu lintas berulang. Model laboratorium berskala mampu merepresentasikan respons mekanik tanah lunak di bawah perkerasan lentur akibat beban kendaraan berulang. Peningkatan kadar air terbukti meningkatkan regangan dan lendutan secara signifikan serta memengaruhi distribusi tegangan. Regangan maksimum tercatat 0,294 microstrain pada kadar air 19% dan kecepatan 20 cm/s, sementara tegangan rata-rata meningkat dari 7,141 gr/cm² pada 0% menjadi 8,477 gr/cm² pada 53% pada kecepatan 10 cm/s. Perbandingan dengan pemodelan Plaxis 2D menunjukkan selisih respons yang semakin kecil pada kadar air tinggi, bahkan selisih tegangan mendekati nol pada 53%, sehingga pendekatan numerik dinilai cukup representatif. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium dan pemodelan numerik, perkerasan lentur di atas tanah lunak lokasi penelitian memerlukan desain yang mampu mengendalikan deformasi dan lendutan berlebih. Pada kadar air tinggi ≥36%, kesesuaian hasil laboratorium dan Plaxis lebih baik sehingga pemodelan numerik dapat dijadikan dasar perencanaan. Namun pada kadar air rendah hingga menengah 0–19%, perbedaan deformasi dan regangan yang masih signifikan hingga 0,106 microstrain menunjukkan perlunya perkuatan tambahan, seperti peningkatan tebal lapis pondasi atau penggunaan material perkuatan. Oleh karena itu, desain perkerasan yang direkomendasikan adalah desain yang adaptif terhadap perubahan kadar air tanah dasar dan mempertimbangkan respons tegangan–regangan aktual hasil pengujian.

Fields of Study & Subjects

Geotechnical and construction materials studies Geotechnical Engineering and Soil Stabilization Geotechnical Engineering and Soil Mechanics

Publication details

Journal / source
Neliti
Publication date
27 February 2026
Language
ID
Document type
Book