ANALISIS KOMPARATIF FORWARD CONTRACT HEDGING DAN MONEY MARKET HEDGING DALAM MEMINIMALISIR RISIKO EKSPOSUR TRANSAKSI PADA PERUSAHAAN DI SEKTOR ENERGI DAN BASIC MATERIAL YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2020-2024
Abstract
Fluktuasi nilai tukar valuta asing merupakan sumber risiko keuangan bagi perusahaan yang memiliki transaksi dan kewajiban dalam mata uang asing, khususnya pada perusahaan sektor energi dan basic material. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat selama periode 2020–2024 meningkatkan risiko eksposur transaksi. Untuk meminimalkan risiko tersebut, perusahaan dapat menerapkan strategi lindung nilai melalui forward contract hedging dan money market hedging . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas kedua metode lindung nilai tersebut pada perusahaan sektor energi dan basic material yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian terdiri atas 19 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total 95 observasi, yang merupakan hasil pengamatan 19 perusahaan selama periode 2020–2024. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai kewajiban pembayaran menggunakan kedua metode hedging dan dilanjutkan dengan pengujian statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua metode lindung nilai, di mana money market hedging terbukti lebih efektif dibandingkan forward contract hedging dalam meminimalisir risiko eksposur transaksi dan memberikan kepastian nilai kewajiban.
Fields of Study & Subjects
Risk Management in Financial Firms
Financial Analysis and Corporate Governance
Global Financial Crisis and Policies
Publication details
- Journal / source
- Digilib Repository Unila (Lampung University)
- Publication date
- 6 February 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis