IDENTIFIKASI POTENSI AREA TERAKUMULASI AIR TANAH PADA KOMPLEKS GRANITOID TANJUNG BINTANG BERDASARKAN ANALISIS DAN INVERSI 3D ANOMALI GAYABERAT
Abstract
Geologi dari wilayah Lampung termasuk zona tinggian batuan alas yang didominasi batuan kristalin. Batuan kristalin yang berkembang di wilayah Lampung adalah batuan granitoid yang terbentuk melalui proses intrusi di bawah permukaan bumi sebelum akhirnya tersingkap ke permukaan. Kemunculan tubuh Granitoid Tanjung Bintang dipengaruhi oleh gaya endogen berupa pengangkatan tektonik yang menyebabkan batuan mengalami pematahan sehingga terbentuk zona lemah dalam massa batuan. Setelah tersingkap ke permukaan tubuh granitoid dipengaruhi oleh gaya eksogen berupa erosi dan pelapukan intensif yang berlangsung sangat lama. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona yang berpotensi sebagai area terakumulasi air tanah pada Kompleks Granitoid Tanjung Bintang menggunakan metode gayaberat. Pemisahan anomali regional dan residual dilakukan menggunakan filter moving average, identifikasi struktur geologi dilakukan dengan analisis derivative serta inversi 3D untuk memperoleh distribusi densitas bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan 11 area berpotensi sebagai zona aquifer air tanah yang tersebar pada Formasi QTl, Formasi Qat, Formasi Pzgs, Formasi Tejg, Formasi Kds dan Formasi Kgdsn dengan rentang densitas 1,8 hingga 2,27 gr/cc. Keberadaan struktur geologi dan zona yang terekahkan pada area tersebut berfungsi sebagai jalur peresapan yang memungkinkan masuknya air ke dalam tubuh granitoid yang telah mengalami pelapukan. Kata kunci: Granitoid, Tanjung Bintang, Air Tanah, Pelapukan.
Fields of Study & Subjects
Geophysical and Geoelectrical Methods
Geophysics and Gravity Measurements
Groundwater and Watershed Analysis
Publication details
- Journal / source
- Digilib Repository Unila (Lampung University)
- Publication date
- 29 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis