PEMETAAN JALUR EVAKUASI UNTUK MITIGASI BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI GEDE DENGAN PENDEKATAN NETWORK ANALYSIS DI KECAMATAN CIPANAS
Abstract
Gunung Gede merupakan salah satu Gunungapi aktif di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawah. Namun, hingga saat ini, belum tersedia jalur evakuasi yang terencana dengan baik dan didasarkan pada analisis ilmiah yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta jalur evakuasi sebagai bagian dari mitigasi bencana, ini dilakukan di empat kecamatan di Kabupaten Cianjur yaitu Cipanas yang teridentifikasi sebagai daerah dengan risiko tinggi terhadap dampak erupsi Gunung Gede. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis jaringan (Network Analysis) menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan peta jalur evakuasi dari masing-masing desa yang ada di Kecamatan Cipanas, pada Desa Cimacan terdapat 3 titik evakuasi sementara yang dapat digunakan untuk menghindari Erupsi Gunung Gede, Desa Ciloto terdapat satu titik evakuasi sementara yang dapat digunakan, Desa Sindangjaya terdapat 2 titik evakuasi sementara yang dapat digunakan, Desa Cipanas terdapat 2 titik evakuasi sementara yang dapat digunakan, Desa Sindanglaya terdapat 2 titik evakuasi sementara yang dapat digunakan, dan Desa Palasari terdapat satu titik evakuasi sementara yang dapat digunakan. Terdapat total 11 titik evakuasi sementara dan 62 rute yang dapat digunakan mulai dari fasilitas seperti kantor desa, sekolah, dan lapangan melalui jalan arteri sebagai rute utama. Dengan menggunakan Network Analysis metode Closest Facility menunjukan Desa Cipanas adalah yang paling baik dalam dilaksanakan evakuasi karena terdapat dua titik evakuasi sementara yang terpisah dan masing-masing lembur dapat menuju titik evakuasi sementara terdekat jika terjadi bencana. Mount Gede is one of the active volcanoes in Indonesia that poses a high level of disaster risk, particularly for communities living around its crater. However, to date, there has been no well-planned evacuation route based on comprehensive scientific analysis. This study aims to develop an evacuation route map as part of disaster mitigation efforts, focusing on four sub-districts in Cianjur Regency, namely Cipanas, which has been identified as a high-risk area affected by Mount Gede’s eruption. The research method employed is a quantitative descriptive method with a network analysis approach (Network Analysis) using GIS. The results of the study show evacuation route maps for each village in Cipanas Sub-district: Cimacan Village has 3 temporary evacuation points that can be utilized to avoid the eruption of Mount Gede, Ciloto Village has 1 temporary evacuation point, Sindangjaya Village has 2 temporary evacuation points, Cipanas Village has 2 temporary evacuation points, Sindanglaya Village has 2 temporary evacuation points, and Palasari Village has 1 temporary evacuation point. In total, there are 11 temporary evacuation points and 62 routes that can be used, starting from facilities such as village offices, schools, and fields through arterial roads as the main routes. By applying the Closest Facility method of Network Analysis, the findings indicate that Cipanas Village is the most optimal for carrying out evacuations, as it has two separate temporary evacuation points, allowing each hamlet to access the nearest point in the event of a disaster.
Fields of Study & Subjects
Water and Land Management
Disaster Management and Resilience
Wetland Management and Conservation
Publication details
- Journal / source
- Repository at Universitas Pendidikan Indonesia (Universitas Pendidikan Indonesia)
- Publication date
- 29 August 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis